“Melalui pengembangan Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4, PGE tidak hanya berfokus pada penambahan potensi kapasitas terpasang, tetapi mencerminkan komitmen Perseroan dalam memastikan keberlanjutan pasokan energi bersih sekaligus meningkatkan keandalan portofolio panas bumi nasional,” terang Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani dalam siaran pers PGE
“Lebih dari itu, proyek ini menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian target bauran energi nasional serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam mewujudkan Net Zero Emissions,” sambungnya.
Dari sisi teknis, WKP Lumut Balai punya area sumber daya panas bumi yang luas, berkisar antara 22 hingga 66 km persegi. Hasil studi geosains serta simulasi reservoir terbaru menunjukkan bahwa cadangan eksisting mampu mendukung pengembangan tambahan kapasitas 55 MW pada Unit 4.
Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 ini ditargetkan beroperasi secara penuh (commercial operation date/COD) pada 2032, menggenapkan total kapasitas PGE Area Lumut Balai mencapai 220 MW, dengan penambahan PLTP Lumut Balai Unit 3 di tahun 2030.
Direktur Eksplorasi & Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Edwil Suzandi menambahkan bahwa lokasi pengeboran berada di area yang sangat prospektif secara geologi.
“Area eksplorasi ini terletak di sekitar zona upflow utama dengan karakteristik permeabilitas tinggi yang telah terverifikasi melalui berbagai kajian geosains dan studi teknis secara komprehensif. Dengan dukungan data teknis tersebut, pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 4 ke depan diharapkan dapat berjalan lebih terarah, efisien, dan memiliki tingkat keberhasilan yang lebih terukur,” ujar Edwil.











