MATRASNEWS, BANDUNG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat secara resmi melantik jajaran Dewan Pakar dan Dewan Penasihat tingkat wilayah dan daerah di Bandung, Minggu (6/9). Pelantikan ini dihadiri oleh 450 orang dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, profesional, hingga tokoh masyarakat.
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, yang juga menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Kota Bekasi, hadir mendampingi Sekretaris MPD Latu Har Hary. Menurutnya, pelantikan ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat kualitas kebijakan dan menghadirkan gagasan yang relevan bagi masyarakat.
“Pelantikan ini langkah baik untuk memperkuat organisasi. Kita membutuhkan pandangan luas, pengalaman, dan kajian agar kebijakan memiliki pertimbangan matang,” ujar Sardi.
Sardi menegaskan bahwa lembaga pertimbangan berperan penting menjaga arah organisasi tetap sesuai visi dan nilai-nilai yang telah ditetapkan.
Ketua DPW PKS Jabar, Iwan Suryawan, menyebut keterlibatan para pakar sebagai keniscayaan. Dengan populasi mencapai 51 juta jiwa dan 27 kabupaten/kota, kompleksitas masalah di Jabar dinilai tidak bisa diatasi sendiri.
“Jawa Barat besar dengan kebutuhan yang beragam. Kami sadar tidak bisa mengerjakan ini semua sendirian,” kata Iwan.
Abah Iwan, sapaan akrabnya, berpesan agar pengurus tidak menjadikan dewan yang baru dilantik sebagai “hiasan” semata. Ia meminta ruang nyata diberikan agar kontribusi mereka tidak berhenti pada seremonial.
Pelantikan Dewan Penasihat dipimpin langsung Ketua Dewan Penasihat DPP PKS Mustafa Kamal, sementara Dewan Pakar dilantik oleh Ketua Dewan Pakar DPP PKS Irwan Prayitno.
Rincian yang dilantik adalah 15 Dewan Penasihat Wilayah, 19 Dewan Pakar Wilayah, 114 Dewan Penasihat Daerah, dan 230 Dewan Pakar Daerah. Pasca pelantikan, mereka mengikuti Training Orientasi Partai guna menyamakan pemahaman kelembagaan .
Sardi Efendi menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa politik gagasan harus terus dikembangkan agar partai mampu menghadirkan solusi atas persoalan bangsa.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.