Sepanjang pameran, Paviliun Indonesia seluas 105 meter persegi dikunjungi lebih dari 27.000 orang dari berbagai negara, termasuk Slovakia, Kroasia, Ceko, Polandia, Jerman, Portugal, dan Prancis. Sebanyak tujuh pelaku usaha Tanah Air berpartisipasi, lima di antaranya merupakan pelaku UMKM binaan program Kemendag RI, UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor).
Sejumlah perusahaan yang turut serta antara lain PT Mayora Indah Tbk (makanan dan minuman olahan), PT Maxindo Karya Anugerah (makanan ringan), PT Adarasa Putra Jaya (minuman herbal), PT Java Spices (rempah dan teh premium), PT Persatuone Komoditas Indonesia (kakao dan kopi), PT Cahaya Desa Ekspor Indonesia (vanila), serta PT CMN Internasional Indonesia (kontainer plastik premium).
Duta Besar RI untuk Hungaria, Penny D. Herasati, mengapresiasi partisipasi aktif pelaku usaha Indonesia. “Pameran ini diharapkan membangun jejaring bisnis berkelanjutan antara pelaku usaha Indonesia dengan buyer di Hungaria dan kawasan Eropa Tengah secara luas,” kata Penny saat membuka Paviliun Indonesia.
Para peserta pun menyambut positif hasil yang diraih. Bertha Tanaem dari PT Java Spices menilai SIRHA Budapest menjadi ajang strategis memahami tren industri global dan menjalin koneksi dengan distributor internasional. Carolina Renata Djaja dari PT Maxindo Karya Anugerah mengaku produk camilannya mendapat respons positif, dan berharap bisa mendapatkan mitra distributor di Hungaria.
Sementara itu, Mahdalena Lubis dari PT Cahaya Desa Ekspor Indonesia optimistis peluang ekspor vanila semakin terbuka lebar. “Antusiasme pengunjung dan buyer sangat baik. Kami optimistis produk vanila dari petani Indonesia akan semakin berkembang di pasar internasional,” ujarnya.
Partisipasi Indonesia dalam SIRHA Budapest 2026 merupakan hasil sinergi Kementerian Perdagangan RI melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, ITPC Budapest, dan KBRI Budapest.
Sekilas Perdagangan RI-Hungaria
Hungaria menjadi mitra dagang strategis Indonesia di kawasan Eropa Tengah dan Timur. Produk unggulan seperti olahan buah, cokelat, rempah, dan produk kelapa terus diminati. Berdasarkan data BPS, total perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai USD 303,7 juta. Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Hungaria tercatat USD 113,8 juta, naik 10,65 persen dibanding tahun sebelumnya.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











Komentar ditutup.