Menu

Mode Gelap
Baru Dilantik Presiden, Ketua Ombudsman Tersangka Suap Tambang Nikel Anggota DPR Usul Iuran BPJS Kesehatan Digratiskan Pemerintah, MBG Bisa Kolaborasi MUFG, Bangun Sarana Air Bersih untuk Aceh Menteri Ekraf Terima Naskah Akademik PPh Royalti Penjelasan Pemerintah Indonesia dan Kedubes Republik Korea Tentang Travel Advisory BTN JAKIM 2026 Ditargetkan Putar Rp200 Miliar

News

Ratusan Kios Pasar Jatiasih Kosong, Pedagang Mengeluh Imbas Online

badge-check


					Ratusan Kios Pasar Jatiasih Kosong, Pedagang Mengeluh Imbas Online Perbesar

Matras News, Bekasi – Ratusan kios Pasar Jatiasih Kota Bekasi terpantau kosong. Hal ini imbas dari maraknya penjualan online, sehingga keberadaan pedagang pasar tradisional tersebut mulai tersisihkan.

Saat ditemui matrasnews.com, Pengelola Pasar Jatiasih, Rudi Rosadi membenarkan jika saat ini banyak kios pedagang yang dikelolanya kosong.

“Kurang lebih 200 kios disini yang kosong,” ujar Rudi pada, Senin 14 Oktober 2024.

Rudi mengatakan, tutupnya kios pedagang tersebut terjadi sudah cukup lama. Hal ini imbas dari maraknya pedagang yang menjual dagangannya secara online.

“Para pedagang disini omset jualannya kalah sama mereka yang berdagangnya secara online, jadi pendapatannya menurun,” katanya menegaskan.

Rudi menjelaskan, misalkan saja pedagang baju. Mereka mengambil dagangnya dari pasar Tanah Abang seharga Rp100 ribu per bajunya. Ketika ada yang menjual baju yang sama secara online dan lebih murah, konsumen langsung memilih berbelanja secara online bukan datang kesini karena dari segi harga lebih murah.

“Disinikan ada pedagang sayuran, daging, pakaian, mainan, makanan dan lain-lain. Ketika ada yang menjual produk yang sama dengan harga jual lebih murah dan langsung ke tangan pembeli, mau tidak mau, pasti lebih memilih belanja secara online dan tidak mau datang kesini. Dan imbas itulah yang sampai saat ini masih kami cari solusinya,” terang Rudi.

Hendrik, salah seorang pedagang kelapa santan, juga mengungkapkan hal serupa. Saat ini, pembeli yang datang ke lapak miliknya untuk membeli kelapa santan, bisa dihitung dengan jari jumlahnya.

“Ya mas, bisa dihitung pakai jari yang beli setiap harinya,” keluh Hendrik.

Hendrik mengatakan, sepinya pembeli di Pasar Jatiasih tersebut sudah menjadi pemandangan biasa bagi dirinya.

“Sudah biasa seperti ini dan bukan hanya baru kali ini saja, sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu sampai sekarang,” bebernya.

Hal serupa juga diutarakan salah seorang pedagang pakaian. Saat ini dirinya mengaku barang dagangan yang ia jajakan, kalah dengan para pemilik usaha dagang yang menjajakannya secara online.

“Bisa dilihat sendiri mas, pembelinya bisa dihitung pakai jari per harinya. Dan kami kalah dengan pedagang online,” jelasnya.

Baca Lainnya

Baru Dilantik Presiden, Ketua Ombudsman Tersangka Suap Tambang Nikel

17 April 2026 - 00:08 WIB

Anggota DPR Usul Iuran BPJS Kesehatan Digratiskan Pemerintah, MBG Bisa

17 April 2026 - 00:07 WIB

Penjelasan Pemerintah Indonesia dan Kedubes Republik Korea Tentang Travel Advisory

17 April 2026 - 00:01 WIB

BYD dan VinFast Rekrut 616 Tenaga Kerja Asal Subang

16 April 2026 - 00:06 WIB

Zulkifli Hasan Sosialisasi Program Nasional di SMAN 5 Kota Bekasi

16 April 2026 - 00:05 WIB

Zulkifli Hasan Sosialisasi Program Nasional di SMAN 5 Kota Bekasi
Trending di News