Menu

Mode Gelap
BPH Migas Minta Masyarakat Lapor Penyalahgunaan BBM Subsidi 7 Universitas Korea Selatan Gandeng Indonesia, Rekrut 1.000 Mahasiswa Leo Club Jakarta Kharisma Ajak Anak Disabilitas Bermain di Kidzania PSN Papua Selatan Disorot Akademisi: Abaikan Hak Masyarakat Adat ITS Ciptakan Alat Deteksi Minyak Babi, Hanya Rp10 Ribu per Strip Pelemahan Rupiah ke Dolar Singapura Jadi Alarm Baru

News

Ratusan Kios Pasar Jatiasih Kosong, Pedagang Mengeluh Imbas Online

badge-check


					Ratusan Kios Pasar Jatiasih Kosong, Pedagang Mengeluh Imbas Online Perbesar

Matras News, Bekasi – Ratusan kios Pasar Jatiasih Kota Bekasi terpantau kosong. Hal ini imbas dari maraknya penjualan online, sehingga keberadaan pedagang pasar tradisional tersebut mulai tersisihkan.

Saat ditemui matrasnews.com, Pengelola Pasar Jatiasih, Rudi Rosadi membenarkan jika saat ini banyak kios pedagang yang dikelolanya kosong.

“Kurang lebih 200 kios disini yang kosong,” ujar Rudi pada, Senin 14 Oktober 2024.

Rudi mengatakan, tutupnya kios pedagang tersebut terjadi sudah cukup lama. Hal ini imbas dari maraknya pedagang yang menjual dagangannya secara online.

“Para pedagang disini omset jualannya kalah sama mereka yang berdagangnya secara online, jadi pendapatannya menurun,” katanya menegaskan.

Rudi menjelaskan, misalkan saja pedagang baju. Mereka mengambil dagangnya dari pasar Tanah Abang seharga Rp100 ribu per bajunya. Ketika ada yang menjual baju yang sama secara online dan lebih murah, konsumen langsung memilih berbelanja secara online bukan datang kesini karena dari segi harga lebih murah.

“Disinikan ada pedagang sayuran, daging, pakaian, mainan, makanan dan lain-lain. Ketika ada yang menjual produk yang sama dengan harga jual lebih murah dan langsung ke tangan pembeli, mau tidak mau, pasti lebih memilih belanja secara online dan tidak mau datang kesini. Dan imbas itulah yang sampai saat ini masih kami cari solusinya,” terang Rudi.

Hendrik, salah seorang pedagang kelapa santan, juga mengungkapkan hal serupa. Saat ini, pembeli yang datang ke lapak miliknya untuk membeli kelapa santan, bisa dihitung dengan jari jumlahnya.

“Ya mas, bisa dihitung pakai jari yang beli setiap harinya,” keluh Hendrik.

Hendrik mengatakan, sepinya pembeli di Pasar Jatiasih tersebut sudah menjadi pemandangan biasa bagi dirinya.

“Sudah biasa seperti ini dan bukan hanya baru kali ini saja, sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu sampai sekarang,” bebernya.

Hal serupa juga diutarakan salah seorang pedagang pakaian. Saat ini dirinya mengaku barang dagangan yang ia jajakan, kalah dengan para pemilik usaha dagang yang menjajakannya secara online.

“Bisa dilihat sendiri mas, pembelinya bisa dihitung pakai jari per harinya. Dan kami kalah dengan pedagang online,” jelasnya.

Baca Lainnya

BPH Migas Minta Masyarakat Lapor Penyalahgunaan BBM Subsidi

1 Juni 2026 - 01:24 WIB

Pelemahan Rupiah ke Dolar Singapura Jadi Alarm Baru

1 Juni 2026 - 00:06 WIB

Menteri Ketenagakerjaan: Sertifikasi Kompetensi Wajib bagi Peserta MagangHub

1 Juni 2026 - 00:03 WIB

Hari Kelima Korban Hanyut di Kali Bekasi Ditemukan Tutup Usia

29 Mei 2026 - 02:12 WIB

Jadwal Audiensi Aliansi PPPK PW dengan Kemendagri Telah Diagendakan

29 Mei 2026 - 01:18 WIB

Trending di News