Tekanan Tak Lagi Hanya dari AS, Mata Uang Regional Ikut Terjun
MATRASNEWS, JAKARTA – Pelemahan rupiah terhadap dolar Singapura memunculkan alarm baru bagi pemerintah dan pelaku pasar. Tekanan terhadap mata uang Rupiah kini tidak hanya datang dari penguatan dolar AS, tetapi juga dari mata uang regional Asia Tenggara.
Pengamat ekonomi Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, mengungkapkan kondisi terkini cukup mengkhawatirkan. Selama ini pelemahan rupiah kerap dikaitkan dengan suku bunga tinggi The Fed atau ketegangan geopolitik. Namun, rupiah kini semakin tertekan terhadap dolar Singapura.
Rupiah Melemah Terdalam di Asia
Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, menyatakan indeks dolar AS (DXY) secara year to date (ytd) per 22 Mei 2026 hanya menguat sekitar 0,9%. Anehnya, rupiah justru melemah lebih dari 5% (ytd) terhadap dolar AS.











