Para Pemangku Kebijakan dan Akademisi Rumuskan Langkah Strategis Hadapi Disrupsi Teknologi
MATRASNEWS, JAKARTA – Universitas Paramadina berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI menggelar seminar nasional bertajuk “Transformasi Dunia Pendidikan di Era AI: Peluang, Tantangan dan Inovasi Masa Depan” di Auditorium Firmanzah, Kampus Cipayung, Jakarta Timur, Senin (20/7). Forum strategis ini menghadirkan para pemangku kebijakan, akademisi, dan praktisi pendidikan guna membahas disrupsi teknologi di dunia akademik.
Acara yang dihadiri 80 peserta dari kalangan guru, dosen, tenaga pendidik, mahasiswa, dan siswa SMA ini menjadi momentum penting merespons pergeseran mendalam pada konstelasi ekonomi dan tatanan global akibat inovasi Artificial Intelligence (AI). Universitas Paramadina memandang tantangan tersebut sebagai peluang emas menyelaraskan penguasaan keahlian teknologi dengan kedalaman integritas akhlak mahasiswa, searah dengan pilar universitas: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan.

Negara Harus Pastikan Pemerataan Akses Teknologi
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si., menegaskan kehadiran negara menjadi kunci utama menyikapi disrupsi ini. Menurutnya, penetrasi AI tidak boleh memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Negara harus memastikan bahwa penetrasi teknologi AI di sektor pendidikan tidak menciptakan jurang pemisah baru di Indonesia. Fungsi pengawasan dan penganggaran DPR RI Komisi X akan terus kami optimalkan demi menjamin pemerataan fasilitas digital dan peningkatan kompetensi guru dari Sabang sampai Merauke,” tegas Kurniasih dalam sambutannya.
Kurikulum Perguruan Tinggi Perlu Rekonstruksi Masif
Wakil Rektor Universitas Paramadina Bidang Akademik, Dr. Harry T.Y Achsan, menekankan pentingnya kampus secara tangkas memperbarui metode ajar agar para lulusan tidak gagap teknologi namun tetap memegang teguh nilai kemanusiaan. “Pendidikan tinggi harus menjadi garda terdepan dalam membentuk sumber daya manusia yang adaptif dan berintegritas,” ujarnya.












Komentar ditutup.