MATRASNEWS, BANTEN — Sultan Maulana Hasanuddin menorehkan sejarah penting dalam perkembangan Islam dan perdagangan di Nusantara. Sebagai pendiri sekaligus sultan pertama Kesultanan Banten, ia membangun fondasi pemerintahan yang berkembang melalui perdagangan lada dan penyebaran Islam pada abad ke-16.
Membangun Kesultanan Banten
Dikutip dari beberapa sumber, Maulana Hasanuddin merupakan putra Sunan Gunung Jati, salah satu tokoh Wali Songo, dan Nyi Kawunganten. Ia juga dikenal dengan nama Pangeran Sabakingking.
Ayahnya menugaskan Hasanuddin untuk menyebarkan Islam di wilayah Banten dan sekitarnya. Dalam perkembangannya, Banten tumbuh menjadi kesultanan pada 1568 M, dengan Hasanuddin sebagai pemimpin pertamanya.
Ia memerintah hingga wafat pada 1570 M. Pada masa kepemimpinannya, perdagangan lada menjadi salah satu penopang ekonomi Banten. Komoditas tersebut menarik pedagang dari berbagai wilayah dan memperkuat hubungan dagang Banten dengan dunia luar.
Masjid Agung Banten Jadi Warisan Sejarah
Selain mengembangkan pemerintahan dan perdagangan, Sultan Maulana Hasanuddin juga meninggalkan warisan penting berupa Masjid Agung Banten. Bangunan bersejarah itu berdiri pada 1566 M, menurut buku Masjid-masjid Bersejarah di Indonesia karya Abdul Baqir Zein.
Hingga kini, kawasan Masjid Agung Banten menjadi tujuan wisata religi dan sejarah. Kompleks tersebut mencakup masjid, area teras, taman, serta makam keluarga Kesultanan Banten, termasuk makam Sultan Maulana Hasanuddin.
Menjelang Ramadan, peziarah dari berbagai daerah kerap mendatangi kompleks tersebut. Mereka berziarah sekaligus mengenang peran tokoh yang membentuk sejarah Islam di Banten.
Wisata Religi dan Pelestarian Sejarah
Pengelola kawasan menyediakan area untuk beristirahat dan beraktivitas bagi pengunjung. Payung-payung besar di sekitar masjid juga menambah kenyamanan, sekaligus menjadi daya tarik visual bagi wisatawan.
Pengunjung perlu mengenakan pakaian yang sopan dan bersih saat memasuki area makam. Fasilitas wudu tersedia bagi peziarah yang ingin bersuci sebelum berziarah.
Warisan Sultan Maulana Hasanuddin menunjukkan bahwa sejarah Banten tidak hanya berkaitan dengan penyebaran Islam. Perdagangan, pemerintahan, dan pembangunan pusat ibadah turut membentuk identitas wilayah tersebut.
Karena itu, pelestarian kompleks Masjid Agung Banten memiliki arti penting bagi pendidikan sejarah dan pengembangan wisata religi. Kawasan ini menghubungkan masyarakat masa kini dengan perjalanan panjang Banten sebagai pusat Islam dan perdagangan di Nusantara.
Ikuti berita terkini di Google News











Komentar ditutup.