Menu

Mode Gelap
HANA Japanese Pop-Up Kitchen Hadir di Swiss-Belresort Dago Heritage Bank Jakarta Buka Cabang Masa Depan di Kebayoran Park Uji Simulasi Darurat DBD, CDC dan Kemenkes RI Evaluasi Kesiapan Operasional Sensus Ekonomi 2026: Fondasi Kebijakan Ketenagakerjaan yang Lebih Tepat Sasaran Satgas PRR Desak Pemda Tuntaskan Lahan Huntap Wagub Rano Karno Dorong Ruang Publik Inklusif di Tengah Tantangan Reformasi

News

Supir Truk Sampah Keluhkan Antrean 6 Jam di Bantargebang

badge-check

Supir Truk Sampah Keluhkan Antrean 6 Jam di Bantargebang Perbesar

Matras News, Bekasi – Ratusan truk pengangkut sampah dari berbagai wilayah terpaksa mengantre hingga 6 jam untuk membuang muatan di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Lonjakan volume sampah pasca-Lebaran 2025 memicu penumpukan di lokasi pembuangan akhir terbesar di Jabodetabek ini.

Puluhan supir truk sampah mengeluhkan lamanya antrean pembuangan di TPST Bantargebang yang mencapai 6-12 jam per hari pasca-Lebaran 2025.

Padahal, biasanya hanya membutuhkan waktu 2-3 jam . Kondisi ini memicu keluhan para pekerja yang harus berjibaku dengan bau menyengat dan panas terik tanpa fasilitas memadai.

Supir Truk Sampah Keluhkan Antrean 6 Jam di Bantargebang

Keluhan pahit para supir waktu kerja membengkak di utarakan Admaji supir dan pertugas kebersihan  dengan 15 tahun pengalaman bekerja sebagi petugas kebersihan di wilayah Kota Bekasi mengatakan,” berangkat dari jam 10 pagi, baru bisa balik jam 5 sore, biasanya saya bisa dua kali balik dalam sehari. Ini sudah tiga hari berturut-turut, paparnya pada Senin 7 April 2025 kepada matrasnews.com.

“Bukan hanya waktu, terang Admaji, biaya operasional bensin & makan membengkak 200%, kita sebagai warga Kota Bekasi prihatin, buang sampah di wilayah sendiri sampai ngantri berjam-jam,” pungkas Admaji.

Seperti diketahui, krisis Bantargebang 2025 bukan hanya soal tumpukan sampah, tapi juga cerita pilu para pekerja garis depan.

Jika tidak ada perubahan kebijakan mendasar, masalah ini akan terus berulang setiap tahun dengan korban yang sama, para supir dan warga masyarakat.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sensus Ekonomi 2026: Fondasi Kebijakan Ketenagakerjaan yang Lebih Tepat Sasaran

22 Juli 2026 - 00:06 WIB

Satgas PRR Desak Pemda Tuntaskan Lahan Huntap

22 Juli 2026 - 00:05 WIB

Janji Wali Kota Bekasi Kanopi dan Eskalator Segera Hadir di Pasar Baru

22 Juli 2026 - 00:02 WIB

Menko Yusril Bantah Pembenaran Persekusi terhadap Transpuan

21 Juli 2026 - 00:07 WIB

Atlet Berprestasi Internasional Gagal Tembus SMA Negeri

21 Juli 2026 - 00:04 WIB

Trending di News