Menu

Mode Gelap
Menhub dan Menag Sinergi Lebaran 2026: Masjid Disiapkan Jadi Rest Area Pemudik Kinerja Satu Tahun Pemprov DKI Bertajuk Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah Kadin Minta Pemerintah Batalkan Impor 105.000 Kendaraan untuk Koperasi Merah Putih Pramono Anung Beri Motivasi 16.920 Penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul MotoGP Pindah dari Phillip Island ke Adelaide Mulai 2027 Swiss-Belhotel International Rebranding Swiss-Belhotel Karawang Jadi Hotel Kelas Atas

Gaya Hidup Sehat

TBC Bukan Penyakit Menular Tidak Perlu di Vaksin

badge-check


					TBC Bukan Penyakit Menular Tidak Perlu di Vaksin Perbesar

Matras News, Jakarta – Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia periode 2004–2009, Dr. Siti Fadilah Supari, kembali menyuarakan pandangan kontroversial terkait kebijakan vaksinasi Tuberkulosis (TBC). Kali ini, ia mempertanyakan urgensi vaksinasi TBC bagi individu dengan kondisi TBC laten, mengingat mereka tidak sakit maupun menularkan bakteri.

Apa Itu TBC Laten?

TBC laten adalah kondisi di mana bakteri Mycobacterium tuberculosis ada di dalam tubuh, tetapi tidak aktif. Orang dengan TBC laten tidak mengalami gejala, tidak sakit, dan tidak bisa menularkan penyakit ke orang lain. Bakteri ini baru berpotensi aktif jika sistem kekebalan tubuh melemah, misalnya karena HIV, malnutrisi, atau penyakit kronis lainnya.

“Kalau TBC laten itu orangnya tidak sakit dan tidak menular, buat apa mewajibkan vaksin? Yang penting jaga daya tahan tubuh,” ujar Siti Fadilah dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Kamis (28/5).

Vaksin BCG dan Polemiknya

Di Indonesia, vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG) untuk TBC diberikan sekali seumur hidup, biasanya pada bayi. Vaksin ini ditujukan untuk mencegah TBC aktif, terutama bentuk yang berat seperti meningitis TBC pada anak. Namun, efektivitasnya dalam mencegah TBC paru pada dewasa masih diperdebatkan di tingkat global.

Siti Fadilah menekankan bahwa fokus seharusnya pada penguatan imunitas alami, bukan hanya vaksinasi. “Setiap orang, baik yang punya TBC laten atau tidak, harus menjaga kekebalan tubuh dengan berjemur, konsumsi vitamin, makan bergizi, dan istirahat cukup,” tegasnya.

Pandangan Siti Fadilah ini memicu diskusi tentang apakah kebijakan vaksinasi massal perlu dikaji ulang dengan pertimbangan kondisi spesifik seperti TBC laten.

Di sisi lain, otoritas kesehatan seperti WHO dan Kemenkes RI masih merekomendasikan vaksin BCG sebagai bagian dari program imunisasi wajib.

Polemik ini menyoroti pentingnya edukasi yang tepat tentang TBC laten, vaksinasi, dan peran imunitas tubuh. Siti Fadilah Supari, yang dikenal vokal sejak masa jabatannya, kembali mengingatkan bahwa pencegahan penyakit tidak melulu bergantung pada obat atau vaksin, tetapi juga pada pola hidup sehat.

Baca Lainnya

Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang

20 Februari 2026 - 01:00 WIB

Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang

Primaya Hospital Tangerang Resmikan Poliklinik Eksekutif

13 Februari 2026 - 00:06 WIB

Primaya Hospital Tangerang

Kemenkes Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata untuk Tekan Gangguan Penglihatan

4 Februari 2026 - 01:09 WIB

Kemenkes Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata untuk Tekan Gangguan Penglihatan

Waspadai Hidden Hunger, Ini Kata dr. Monique Carolina Primaya Hospital Tangerang

2 Februari 2026 - 01:21 WIB

dr.MoniqueCarolinaWidjajaM.GiziSp.GKDokterSpesialisGizidiPrimayaHospitalTangerang copy 2139x1680

RSCM dan Aryaduta Menteng Kolaborasi Kembangkan Wisata Medis

30 Januari 2026 - 21:21 WIB

IMG 20260130 WA0036 copy 961x571
Trending di Gaya Hidup Sehat
error: Matras News