Temuan Faktor Teknis dan Human Error di Balik Ketidakhadiran Apel
MATRASNEWS, BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengumpulkan aparatur sipil negara (ASN) usai kegiatan olahraga bersama di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (23/6). Langkah ini menyikapi laporan ketidakhadiran ratusan pegawai pada apel rutin Senin pagi.
Tri menegaskan evaluasi dilakukan untuk mengetahui akar masalah di balik angka ketidakhadiran yang terus berulang setiap pekan, bukan sekadar melihat data. Ia menduga ada kendala pada sistem presensi mobile yang digunakan.
Berdasarkan hasil penelusuran, ditemukan beragam faktor penyebab. Mulai dari kelalaian, lupa, hingga kesalahan teknis saat menginput kehadiran dalam aplikasi.
Sejumlah pegawai yang hadir ternyata memilih kategori lain saat presensi, sehingga data kehadiran tidak sesuai.
“Jadi kalau dia presensi mobile nya di ruangan kantor tidak bisa, jadi dia memang harus datang ke lapangan,” ungkap Tri terkait batasan lokasi presensi. Faktor lain seperti tugas dinas luar, tidak membawa ponsel, hingga kondisi darurat merawat keluarga sakit juga ditemukan.
Meski memberikan toleransi untuk alasan jelas, Tri menekankan pentingnya disiplin ASN. Apel pagi hanya dilaksanakan sekali seminggu, sehingga diharapkan seluruh pegawai hadir jika tidak ada tugas kedinasan di luar.
Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, menyoroti temuan sekitar 300 pegawai yang tidak mengisi absensi mobile, angka yang dinilai besar dan perlu segera dievaluasi untuk efektivitas pengawasan kinerja
Terkait sanksi, Pemkot Bekasi akan menerapkan sanksi bertahap sesuai ketentuan, mulai dari peringatan lisan hingga pemberhentian bagi yang sengaja tidak hadir tanpa keterangan.











