MATRASNEWS, BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi, Yenny Kristianti, mendorong perubahan paradigma program ketahanan pangan di Kota Bekasi. Hal tersebut dikatakan pada jaring aspirasi masyarakat (Reses) di bilangan Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, program yang dijalankan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) perlu lebih banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menciptakan nilai ekonomi, bukan sekadar program seremonial seperti operasi pasar atau tebusan pangan murah.
“Program yang dijalankan harus memberikan dampak nyata bagi warga. Kami melihat masih banyak kegiatan seperti pasar beras murah yang sudah berjalan, namun belum cukup untuk menciptakan kemandirian pangan,” ujar Yenny kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026).
Politisi Partai Solidaritas Indonesia ini menilai perlunya inovasi seperti pelatihan hidroponik, budidaya sayuran di pekarangan, hingga pengembangan peternakan skala rumah tangga yang bisa meningkatkan pendapatan warga.
Wakil Ketua Komisi II ini menekankan pentingnya pemberdayaan berbasis ekonomi kreatif dan lingkungan. Di tengah keterbatasan lahan di wilayah perkotaan, Yenny mencontohkan konsep pertanian vertikal atau hidroponik sebagai solusi.












Komentar ditutup.