MATRASNEWS, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi memastikan proyek penataan jaringan kabel dengan sistem ducting atau bawah tanah akan dimulai pada 2026. Kebijakan ini bertujuan mengatasi kesemrawutan kabel udara yang dinilai mengganggu estetika dan keamanan kota.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan tahap awal proyek akan memerlukan investasi sekitar Rp180 miliar. Wilayah perdana yang akan menjadi prioritas adalah Kecamatan Medan Satria, Bekasi Barat, dan Bekasi Utara.
“Penataan kabel fiber optik akan dimulai tahun depan dan seluruhnya menggunakan sistem bawah tanah,” ujar Tri Adhianto, Jumat.
Setelah tahap awal di tiga wilayah tersebut selesai, proyek ducting akan dilanjutkan secara bertahap hingga mencakup seluruh wilayah Kota Bekasi. Langkah ini diharapkan tidak hanya merapikan tata kota, tetapi juga mengurangi risiko gangguan jaringan akibat cuaca atau faktor eksternal lainnya.
Tak hanya fokus pada penataan kabel, Pemerintah Kota Bekasi juga mengintegrasikan proyek ini dengan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta pembaruan trotoar yang lebih luas dan nyaman bagi pejalan kaki.
Kebijakan ini menuai respons positif dari sejumlah kalangan yang selama ini menyoroti wajah kota yang kurang raya akibat tumpukan kabel di atas. Diharapkan, transformasi ini dapat meningkatkan tata kelola kota dan kenyamanan masyarakat Bekasi ke depan.
Cek Berita lain di Google News

https://demo.pojoksoft.com/kibaran/wp-content/uploads/2024/01/230313-ayla2-160x600-v2.jpg










