Data American College of Gastroenterology Meeting (2015) menunjukkan prevalensi GERD di Indonesia mencapai 55 persen, dengan faktor risiko tertinggi pada laki-laki, penderita obesitas, dan perokok.
MATRASNEWS, JAKARTA – Primaya Hospital Kelapa Gading resmi meluncurkan layanan Pusat Penanganan GERD dan Dialisis Modern sebagai bagian dari penguatan layanan Gastro, Liver & Digestive Center. Langkah ini diambil untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan penanganan gangguan pencernaan dan ginjal yang komprehensif.
Data American College of Gastroenterology Meeting (2015) menunjukkan prevalensi GERD di Indonesia mencapai 55 persen, dengan faktor risiko tertinggi pada laki-laki, penderita obesitas, dan perokok. Sementara itu, pasien gagal ginjal tahap akhir masih menghadapi tantangan dalam menjalani hemodialisis rutin yang berkelanjutan.
Direktur Primaya Hospital Kelapa Gaping, dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med, CPM, FISQua menyatakan kedua layanan ini memungkinkan pasien mendapatkan penanganan tuntas tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit lain.
“Kami terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan teknologi medis dan layanan lengkap, kami berharap masyarakat tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri,” ujar dr. Ferry dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/3).






