Menu

Mode Gelap
Anggota DPRD Kota Bekasi, Ahmad Murodi Desak KAI Tutup Perlintasan Sebidang Berita Terkini 16 Tewas, 91 Luka Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Jenguk Korban Tabrakan KRL, Minta Pasang Palang Pintu Darurat Uji Coba KRL Bekasi–Cikarang Berlangsung Aman Wamen Ekraf Apresiasi Kolaborasi Kreatif Aniwayang Live di Museum Nasional Camat Jatiasih Sampaikan 5 Poin Penting Hadapi Musim Kemarau ‎

News

Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi Global Geopark Indonesia oleh UNESCO

badge-check


					FOTO: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Perbesar

FOTO: Kementerian Pariwisata (Kemenpar)

MATRASNEWS, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong para pengelola geopark serta seluruh pemangku kepentingan untuk mempersiapkan secara optimal sejumlah aspek yang diperlukan dalam proses revalidasi Geopark Indonesia oleh UNESCO Global Geopark (UGGp) dalam waktu dekat.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan proses revalidasi UGGp dan validasi Aspiring UGGp tahun 2026 merupakan momentum penting dan strategis bagi Indonesia. Menurutnya, geopark di Indonesia bukan sekadar destinasi pariwisata, tetapi juga ekosistem yang menyatukan berbagai dimensi pembangunan berkelanjutan.

“Geopark merupakan ekosistem yang saling berkesinambungan dan menjaga keseimbangan antara konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab,” kata Menpar Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menjelaskan geopark memiliki tiga peran utama bagi pengembangan sektor pariwisata nasional. Pertama, sebagai destinasi wisata berbasis alam dan ilmu pengetahuan.

Kedua, sebagai penggerak ekonomi masyarakat lokal. Ketiga, sebagai model pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mengintegrasikan pelestarian alam dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu, pengembangan geopark sangat sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pariwisata dalam membangun destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” sambungnya.

Untuk itu, Widiyanti mendorong pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan terkait agar mempersiapkan proses revalidasi UGGp dan validasi Aspiring UGGp tahun 2026 secara maksimal.

Upaya tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan pariwisata nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menegaskan pentingnya pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Menurut Widiyanti, status UNESCO Global Geopark bukan sekadar simbol atau pengakuan internasional. Status tersebut merupakan cerminan komitmen Indonesia dalam mengelola warisan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan geopark.

Karena itu, proses revalidasi harus dimaknai sebagai evaluasi menyeluruh terhadap kualitas tata kelola, efektivitas program, serta sinergi lintas sektor yang telah dibangun selama ini.

“Geopark menjadi salah satu pilar penting dalam diversifikasi atraksi pariwisata. Bappenas bahkan menargetkan Indonesia memiliki 17 UNESCO Global Geopark pada 2029, dan sektor pariwisata akan menjadi motor penggerak pemanfaatannya,” ucap Widiyanti.

Baca Lainnya

Anggota DPRD Kota Bekasi, Ahmad Murodi Desak KAI Tutup Perlintasan Sebidang

29 April 2026 - 15:17 WIB

Anggota DPRD Kota Bekasi Komisi II, Ahmad Murodi,

Berita Terkini 16 Tewas, 91 Luka Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur

29 April 2026 - 14:07 WIB

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Jenguk Korban Tabrakan KRL, Minta Pasang Palang Pintu Darurat

29 April 2026 - 13:51 WIB

Uji Coba KRL Bekasi–Cikarang Berlangsung Aman

29 April 2026 - 13:47 WIB

Camat Jatiasih Sampaikan 5 Poin Penting Hadapi Musim Kemarau ‎

29 April 2026 - 01:51 WIB

Camat Jatiasih, Dian Herdiana, A.P., M.Si.
Trending di News