Menu

Mode Gelap
Pemprov DKI Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air untuk Kendalikan Perubahan Iklim dan Tekan Penggunaan Air Tanah Lebih dari 10 Juta Peserta BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan Mantap! Alfamart Resmi Ekspansi ke Bangladesh Amos Cozy Hotel Hadirkan Promo Valentine dan Ramadhan Bertema Jelajah Rasa Nusantara Adira Expo Serba Seru Hadir di Kalimantan, Hadirkan Solusi Finansial Lengkap Dengan Promo Menarik XL Hadirkan 5G Blanket Pertama yang Tercepat di 33 Kota dan Kabupaten di Indonesia

News

Aktivitas Gempa Vulkanis Gunung Gede Pangrango Naik

badge-check


					Aktivitas Gempa Vulkanis Gunung Gede Pangrango Naik Perbesar

Matras News, Cianjur – Pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup sementara mulai Kamis 3 April 2025. Penutupan pendakian dilakukan imbas peningkatan gempa vulkanis.

“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kegiatan Pendakian di TNGGP (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango) ditutup sementara,” bunyi unggahan akun Instagram Balai Besar Taman Nasional (BBTN) Gunung Gede Pangrango @bbtn_gn_gedepangrango pada, Rabu 2 April 2025.

Disebutkan, penutupan pendakian ini berlaku sejak 3 hingga 7 April 2025. Namun, batas waktu tersebut masih bisa berubah.

BBTN Gunung Gede Pangrango menuturkan, calon pendaki dapat menjadwalkan ulang pendakian jika telah mendaftar untuk tanggal penuntupan sementara.

“Dapat melakukan reschedule atau perubahan jadwal,” tulis @bbtn_gn_gedepangrango.
Sebelumnya, aktivitas gempa vulkanis Gunung Gede di Jawa Barat meningkat sebanyak 21 kali pada Selasa 1 April 2025.

Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid mengatakan, erupsi terakhir Gunung Gede terjadi pada  1957 dari Kawah Ratu dengan kolom letusan mencapai 3.000 meter di atas puncak.

“Namun saat ini aktivitas embusan Gunung Gede berasal dari Kawah Wadon dengan ketinggian asap kawah pada periode 1 hingga 31 Maret 2024 umumnya berkisar antara 50-100 meter di atas puncak,” ujar Wafid, Rabu 2 April 2025.

Wafid mengatakan, pada 1 April 2025 sepanjang pukul 00.00–06.00 WIB terjadi gempa vulkanis dalam  hingga mencapai 21 kejadian. Padahal, rata-rata kejadian gempa pada periode 1 hingga 31 Maret 2025 hanya 0-1 kali per hari.

“Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan tekanan pada tubuh Gunung Gede dengan potensi bahaya berupa letusan freatik maupun embusan gas gunung api di sekitar kawah yang dapat membahayakan jiwa jika konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman,” katanya.

 

 

Baca Lainnya

Pemprov DKI Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air untuk Kendalikan Perubahan Iklim dan Tekan Penggunaan Air Tanah

7 Februari 2026 - 01:47 WIB

Pemprov DKI Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air untuk Kendalikan Perubahan Iklim dan Tekan Penggunaan Air Tanah

Lebih dari 10 Juta Peserta BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan

7 Februari 2026 - 01:39 WIB

Lebih dari 10 Juta Peserta BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan

Dugaan Pungli Terstruktur Warnai SMAN 4 Kota Bekasi

6 Februari 2026 - 22:50 WIB

IMG 20260206 WA0026

Waduh, Pegawai DJP dan Bea Cukai Kena OTT Lagi, Ini Kata Purbaya

6 Februari 2026 - 00:52 WIB

Waduh Pegawai DJP dan Bea Cukai Kena OTT Lagi Ini Kata Purbaya 1

Menpar Sampaikan Kinerja Pariwisata 2025 Tumbuh Positif dan Lampaui Target di Hadapan DPR

6 Februari 2026 - 00:33 WIB

Menpar Sampaikan Kinerja Pariwisata 2025 Tumbuh Positif dan Lampaui Target di Hadapan DPR
Trending di News
error: Matras News