MATRASNEWS, BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi Komisi II, Ahmad Murodi, mendesak pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengambil langkah konkret menyusul tabrakan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Melalui sambungan telepon, Rabu (29/4), Ahmad Murodi menyampaikan duka mendalam kepada para korban. Ia menegaskan tiga tuntutan utama.
Pertama, investigasi transparan oleh KNKT dan KAI terhadap potensi human error atau pelanggaran SOP. “Jangan cuma minta maaf,” tegasnya.
Kedua, penutupan seluruh perlintasan liar dalam 30 hari ke depan. “Palang liar wajib ditutup. Nyawa lebih mahal dari akses potong jalan,” ujarnya.
Ketiga, percepatan pembangunan flyover atau underpass menggunakan APBN dan APBD. Ia mengimbau masyarakat disiplin saat melintas: “Berhenti, tengok kanan-kiri. Lima detik lebih baik dari kehilangan selamanya.”











