Matras News, Kuningan – Menurut Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) tahun ini musim kemarau basah, namun kita tetap harus siaga untuk mengantisipasi segala sesuatunya termasuk kebakaran hutan.
“Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) seluas 14.841, 30 hektar sangat rentan terhadap kebakaran, karena posisinya selain soliter juga berbatasan langsung dengan desa dan lahan masyarakat terutama di bagian utara gunung Ciremai. Selain itu, masyarakat yang memiliki lahan yang berbatasan langsung dengan kawasan jika membersihkan diharapkan tidak dibakar”, tutur Teguh Setiawan, Kepala Balai TNGC.
Keberadaan desa penyangga TNGC yakni 32 desa di Kuningan dan 22 desa di Majalengka bisa dijadikan sebagai pendukung dalam pengendalian kebakaran hutan (karhut). Dikutip dari akun instagram gunung_ciremai, Upaya pencegahan karhut yang telah dilakukan adalah pemeliharaan sekat bakar dalam kawasan, pembuatan posko karhut, embung air, dan fire care camp.
Selain itu, kita punya komitmen dari Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalkarhut. Misalnya masyarakat setempat bisa difungsikan sebagai CCTV hidup dimana ketika terjadi karhut, masyarakat segera melapor kepada petugas.
Kepala Balai TNGC berterima kasih kepada hadirin yang telah hadir pada rapat koordinasi ini yaitu Kodim Kuningan, Polres Kuningan, BPBD Kuningan, para Camat, para Kepala Desa, MPA, MMP, dan para pihak lainnya bertempat di Cisamaya Kampas, Pasawahan, Kuningan, Jawa Barat.
(red)














Komentar ditutup.