Menyongsong Digitalisasi dan Standar Mutu
Memasuki tahun 2026, balai yasa ini tidak hanya mempertahankan produksi massal, tetapi juga mulai bertransformasi. Mereka telah menangani jembatan baja berbobot 137,91 ton dan mengembangkan alat digital untuk mengukur gelombang keausan permukaan rel. Upaya ini merupakan langkah awal menuju modernisasi peralatan perawatan.
Di balik kapasitas produksinya, bengkel seabad ini didukung oleh 26 pekerja, di mana 21 di antaranya adalah pegawai KAI bersertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi . Proses produksi yang ketat pun telah menerapkan standar internasional ISO 9001:2015 untuk memastikan mutu. Kini, dengan pengembangan menuju Balai Yasa Jalan Rel dan Jembatan, fasilitas ini terus membuktikan bahwa usia yang panjang tidak mengurangi relevansinya bagi keselamatan perkeretaapian Indonesia.

Ikuti berita terkini di Google News












Komentar ditutup.