Menu

Mode Gelap
Perumda Tirta Patriot Secara Resmi Kelola Aset Perumda Tirta Bhagasasi DPRD Awasi Langsung Serah Terima Sertifikat PTSL di Jakarta Timur Hitung Mundur 111 Hari, Bekasi Gelar Funday Morning untuk PORPROV XV Jabar 2026 Kampus Merah Putih: Mengukur Dampak Diskursus, Bukan Sekadar Ranking Balai Yasa Jembatan Kiaracondong, Benteng Terakhir Keandalan Rel KAI di Usia 105 Tahun Gubernur DKI Jakarta Resmikan Gedung SMA Labschool Ciracas

News

Balai Yasa Jembatan Kiaracondong, Benteng Terakhir Keandalan Rel KAI di Usia 105 Tahun

badge-check

Balai Yasa Jembatan Kiaracondong, Benteng Terakhir Keandalan Rel KAI di Usia 105 Tahun Perbesar


Fasilitas teknis di Bandung ini menghasilkan 9.899 produk dan komponen sepanjang 2023-2025 untuk mendukung keselamatan perjalanan kereta api di Jawa dan Sumatra.

MATRASNEWS, BANDUNG – Di balik kelancaran perjalanan kereta api yang melintasi Jawa dan Sumatra, terdapat sebuah fasilitas yang jarang menjadi sorotan publik. Berjarak sekitar 500 meter dari Stasiun Kiaracondong, Balai Yasa Jembatan Kiaracondong di Jalan Kiaracondong Nomor 92 telah berdiri sejak 1921 . Lebih dari satu abad, bengkel raksasa milik PT Kereta Api Indonesia(Persero) ini menjadi tulang punggung perawatan infrastruktur perkeretaapian.

Berbeda dengan balai yasa pada umumnya yang merawat sarana kereta, fasilitas ini secara khusus menangani produksi dan perbaikan jembatan baja serta peralatan kerja untuk kebutuhan jalur kereta api. Material baja dipotong, dibentuk, dirangkai, dan dilapisi di tempat ini hingga menjadi komponen vital keselamatan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa setiap produk yang dihasilkan memiliki korelasi langsung dengan keselamatan perjalanan. “Setiap produk yang dihasilkan berangkat dari kebutuhan menjaga rel dan jembatan tetap aman dilalui perjalanan kereta api,” ujarnya.

Ribuan Komponen untuk Keselamatan

Sepanjang periode 2023–2025, Balai Yasa Jembatan Kiaracondong telah memproduksi 9.899 produk dan komponen yang terbagi dalam 26 jenis. Angka ini bukanlah sekadar kuantitas, melainkan representasi dari upaya sistematis menjaga keandalan jalur.

Produksi terbesar tercatat pada mata pecok sebanyak 2.970 unit. Komponen ini berfungsi sebagai alat pemadat batu pecah di bawah bantalan rel, krusial untuk menjaga stabilitas posisi rel ketika dilalui rangkaian kereta.

Selain itu, diproduksi pula 587 penjepit rel sementara untuk mengamankan rel rusak sebelum perbaikan permanen, serta 464 alat pengukur dan penyesuai lebar jalur untuk memastikan presisi geometri jalur.

Kesiapsiagaan terhadap kondisi darurat juga menjadi perhatian. Balai yasa ini menghasilkan 312 penyangga jembatan darurat dengan kemampuan menahan beban hingga 83 ton, serta 132 cetakan tetrapod yang berfungsi melindungi pilar jembatan dari gerusan arus sungai.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

DPRD Awasi Langsung Serah Terima Sertifikat PTSL di Jakarta Timur

20 Juli 2026 - 13:04 WIB

Pramono Anung Lantik 239 Pejabat Pemprov DKI Jakarta

20 Juli 2026 - 00:01 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Amankan 69 Pelaku Curanmor dan Begal

17 Juli 2026 - 20:24 WIB

Kemlu Kerek Strategi Pelindungan PMI: RAN jadi Fondasi Diplomasi Global

17 Juli 2026 - 14:26 WIB

Kota Bekasi Kebut Pembentukan Kampung Siaga Bencana

17 Juli 2026 - 12:40 WIB

Trending di News