Matras News, Bekasi – Sebagai bentuk program Pemerintah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi telah menyediakan BISKITA sebagai layanan transportasi umum yang aman dan nyaman, bersih terintegrasi dan terjangkau.
Saat ini, transportasi umum BISKITA masih menerapkan Buy The Service (Pemberian layanan secara gratis).
Kehadiran BISKITA Trans Bekasi Patriot juga mendorong masyarakat beralih mengunakan angkutan umum masal, sehingga mengurangi kemacetan dan kecelakaan juga menurunkan emisi karbon polusi udara.
Upaya itu sejalan dengan amanat Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 yang mewajibkan pemerintah daerah untuk menyediakan layanan transportasi umum yang aman dan nyaman bagi warganya.
Seperti diketahui, BISKITA mulai beroperasi pada tanggal 3 Maret 2024. Terdapat beberapa titik henti dengan jumlah awal beroperasi capai 1.800 penumpang.
Saat ini titik ditambahkan dalam lingkup mall untuk mendukung kehadiran Buy The Service (BTS) BISKITA menaikan dan menurunkan penumpang pada Mal Summarecon, Revo Town, Mega Bekasi Hypermall (MBH), Metropolian Mall (MM), dan Grand Metropolitan Mall Bekasi.
Dengan kehadiran BISKITA pada Mal di kota Bekasi, mengalami kenaikan penumpang menjadi 2.210 (peningkatan 23.2 persen dibandingkan awal beroperasi).
Sementara, pada 14 Januari 2025 mengalami kenaikan penumpang sebanyak 2.812 perhari atau sekitar 26.78 persen.
Ya” untuk operasional BISKITA selama 4 hari, ada kenaikan 700 penumpang, terang Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar pada Jumat 17 Januari 2025.
Dengan artian, dalam angka kenaikan penumpang angkutan transformasi masal BISKITA ini, sangat diharapkan dan didambakan oleh masyarakat perkotaan, kata Zeno.
“Saat ini BISKITA masih menerapkan Buy The Service (Pemberian layanan secara gratis), lanjut Zeno. Pada tahun 2025 ini akan ada pemberlakuan tarif.
Mengenai tarif, saat ini masih sedang proses berjalan untuk dikaji sebagaimana kemampuan daya beli masyarakat dan keinginan masyarakat untuk membayar, papar Zeno.











