Abrar menambahkan, penguatan SDM krusial untuk mendukung pertumbuhan transportasi udara nasional. “Industri penerbangan berkembang dan butuh SDM yang kompeten secara teknis, adaptif terhadap teknologi, dan berstandar global,” katanya.
Kepala Bidang Pendidikan PPSDMPU, I Gusti Agung Ayu Mas Oka, menjelaskan sistem pendidikan dirancang sesuai kebutuhan industri.
“Model pembelajaran berbasis link and match, sehingga lulusan punya pengetahuan dan keterampilan praktis siap pakai,” jelasnya. Para taruna juga dibekali pengalaman kerja lewat program magang dan pembentukan karakter profesional.
Sebanyak tujuh perguruan tinggi vokasi penerbangan Kementerian Perhubungan dilibatkan dalam sosialisasi ini, yakni Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Poltekbang Surabaya, Makassar, Medan, Palembang, Jayapura, serta Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi.
Sebelumnya, PPSDMPU juga menggelar sesi tanya jawab melalui Instagram dan TikTok pada 13–15 April 2026.
Pendekatan digital ini diharapkan menghadirkan informasi transparan dan menjangkau generasi muda secara lebih luas.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











