Menu

Mode Gelap
Menko Yusril Bantah Pembenaran Persekusi terhadap Transpuan KAI Gencar Edukasi Keselamatan kepada Pelajar Seminar Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan di Era AI Atlet Berprestasi Internasional Gagal Tembus SMA Negeri Kementerian Ekraf Raih WTP, Siap Dorong Investasi Sektor Kreatif Perumda Tirta Patriot Secara Resmi Kelola Aset Perumda Tirta Bhagasasi

Bisnis

Citi Indonesia Raih Gelar Best Performance Bank di BIFA 2025

badge-check

Citi Indonesia Raih Gelar Best Performance Bank di BIFA 2025 Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) kembali mencatatkan prestasi dengan dinobatkan sebagai ‘Best Performance Bank’ pada Bisnis Indonesia Financial Awards (BIFA) 2025 untuk kategori Bank Kelompok Usaha Menengah (KBMI 2).

Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian terhadap berbagai indikator kinerja keuangan, tata kelola, dan keberlanjutan.

Citi Indonesia membuktikan kinerja keuangannya yang tangguh dengan membukukan Laba Bersih lebih dari Rp1,3 triliun pada kuartal II-2025.

Dukungan terhadap angka tersebut datang dari pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih yang naik 11% (year-on-year) dan rasio dana murah (low-cost fund) yang mencapai 75%. Bank juga mencatatkan Return on Equity (ROE) 13,6% dan Return on Assets (ROA) 3,6%.

“Prestasi ini menunjukkan fokus dan komitmen kami sebagai bank berskala global, yang didukung dengan penyediaan layanan dan solusi digital keuangan Citi yang terintegrasi,” ujar CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, dalam keterangan resmi, Rabu (25/9).

Ditambahkan Batara, Citi bangga dapat menyediakan layanan lintas batas kepada klien di Indonesia selama 57 tahun terakhir. Selain BIFA, sepanjang 2025 Citi Indonesia juga meraih sederet penghargaan bergengsi lain, seperti ‘Indonesia’s Best International Bank’ dari Euromoney Awards for Excellence dan serangkaian penghargaan dari The Asset.

Kinerja Kuat Didukung Fondasi Keuangan yang Sehat

Kekuatan fundamental Citi Indonesia juga terlihat dari rasio likuiditas dan modal yang sangat solid. Rasio Liquidity Coverage (LCR) berada di level 295%, sementara rasio Net Stable Funding (NSFR) di 160%, atau jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di sisi permodalan, rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Citi Indonesia tercatat sebesar 40,1%, meningkat dari 36,2% pada tahun sebelumnya.

Bank menyatakan akan terus menjaga prinsip kehati-hatian dalam menjalankan aktivitas usahanya.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

KAI Gencar Edukasi Keselamatan kepada Pelajar

21 Juli 2026 - 00:06 WIB

Kementerian Ekraf Raih WTP, Siap Dorong Investasi Sektor Kreatif

21 Juli 2026 - 00:02 WIB

Perumda Tirta Patriot Secara Resmi Kelola Aset Perumda Tirta Bhagasasi

20 Juli 2026 - 13:40 WIB

IFBEX 2026 Hadir di Bekasi, Dorong Peluang Usaha Franchise dan Kemitraan

18 Juli 2026 - 17:55 WIB

Grand Final ASIED 2026: Ketika Esports Jadi Jembatan Talenta Digital Indonesia-AS

18 Juli 2026 - 12:02 WIB

Trending di Bisnis