Wajah tenang Deflorio Arya Nizam usai sidang dugaan pembobolan aset digital Rp300 miliar justru menguak dugaan rekayasa di balik kasus ini. Kuasa hukum menuding ada skenario untuk menutupi kebobrokan sistem keamanan PT Indodax Indonesia.
MATRASNEWS, JAKARTA – Senyum berwibawa terpancar dari wajah Deflorio Arya Nizam, pemuda 20 tahun, usai menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Di balik dakwaan pembobolan aset digital fantastis milik PT Indodax Indonesia, tim kuasa hukum menuding kuat kasus ini hanyalah rekayasa untuk menutupi bobroknya sistem keamanan raksasa kripto tersebut.
Kuasa Hukum Deflorio, Wa Ode Nur Zainab, memaparkan sejumlah kejanggalan dalam persidangan. Salah satunya terkait pemeriksaan ahli yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dinilai cacat prosedur.

“Kami keberatan dengan ahli yang diajukan JPU. Berita acara pemeriksaannya menunjukkan tanggal yang backdated. Tanggal 5 Juni 2024, sementara laporan polisinya (LP) baru 10 Oktober 2024. Ini bukan backdated biasa, ini bagian dari skenario,” tegas Wa Ode di luar ruang sidang.
Kuasa hukum menyoroti kesaksian ahli forensik yang justru membantah klaim kerugian dari Indodax. “Ahli forensik menyebutkan tidak ditemukan adanya pembobolan server, tidak ditemukan kerugian Rp300 miliar. Ahli digital forensik jelas menyampaikan tidak pernah ada pembobolan pada 11 September 2024, tidak pernah ada kerugian pada tanggal itu. Itu narasi tanpa bukti,” ujarnya.
Menurut Wa Ode, narasi yang dibangun penyidik dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sangat tendensius. “Yang sudah dibuktikan dalam persidangan, ternyata tidak pernah ada kehilangan Rp300 miliar. Tidak ada bukti telah terjadi pembobolan, tidak ada rekam jejak digital Nizam melakukan pembobolan. Yang ada hanya percakapan dengan seseorang terkait analisa saham,” paparnya.
Jeratan Sang Kambing Hitam
Kuasa hukum menilai perkara ini merupakan bentuk kriminalisasi terhadap kliennya yang berlatar belakang keluarga tidak mampu. “Nizam ini anak pintar, berprestasi di sekolah, sangat paham IT. Dia yang mengurus kebutuhan rumah dan merawat ibunya yang sakit keras. Setiap hari ibunya butuh obat, adiknya masih sekolah. Kondisinya sangat memprihatinkan,” ungkap Wa Ode.
















Komentar ditutup.