MATRASNEWS, SOLO – Di tengah sorotan nasional akibat maraknya kasus keracunan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kota Solo justru menawarkan solusi yang telah teruji yakni Dapur Sehat Ramah Anak di SD Muhammadiyah 1 Ketelan.
Program yang telah berjalan selama lebih dari 10 tahun ini menjadi bukti bahwa penyelenggaraan makanan di sekolah dapat berjalan aman, higienis, dan edukatif, tanpa satu pun kasus keracunan yang tercatat.
Setiap hari, dapur yang terintegrasi dalam kompleks sekolah ini memasak dan menyajikan 615 porsi makan siang untuk siswa. Prosesnya mengutamakan kebersihan dan kesegaran. Bahan-bahan segar dimasak pada pagi hari, para juru masak mengenakan sarung tangan dan masker, dan makanan disajikan dengan sistem prasmanan dalam kondisi masih hangat.
“Dapur sehat bukan sekadar tempat makan, tapi juga bagian dari pembelajaran,” tegas Kepala Sekolah. Komitmen ini berbuah manis. Kantin sekolah telah dua kali menyabet predikat Kantin Sehat Nasional dari Kementerian Kesehatan.
Yang membedakan program ini adalah integrasinya dengan pendidikan karakter. Winarsih, Koordinator Kantin Sehat, menegaskan, pemberian makan di sekolah bukanlah aktivitas yang berdiri sendiri.
“Program ini juga membangun kedisiplinan dan tanggung jawab, termasuk tidak menyisakan makanan dan membersihkan sendiri peralatan makan,” ujarnya.
Kepercayaan inilah yang membuat orang tua murid, seperti Indri, merasa tenang. Di tengah kekhawatiran nasional, ia menilai dapur sehat sekolah lebih aman, segar, dan terjamin, meski harus membayar Rp 9.000 hingga Rp 10.000 per porsi.
Cek Berita lain di Google News











