Menu

Mode Gelap
Sambut Ramadan, Citadines Antasari Jakarta Hadirkan “Aladdin” Morrissey Hotel Jakarta Luncurkan Rangkaian Promo Eksklusif Sambut Imlek, Valentine, hingga Ramadan Māua Kapal Kecil dan Villa Riahi Resort Mewah Terbaru Swiss-Belhotel International di Batam Run Fam & Splash Imlek Festival 2026 di WaterBoom Lippo Cikarang TMG Hotel Tebet Perkenalkan Destinasi Buka Puasa Baru di Selatan Jakarta Pengusaha Bali Ajik Krisna dan Raffi Ahmad Garap Destinasi Wisata Rp30 Miliar di Buleleng

News

Dapur Sehat Ramah Anak di SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo

badge-check


					Dapur Sehat Ramah Anak di SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo Perbesar

MATRASNEWS, SOLO – Di tengah sorotan nasional akibat maraknya kasus keracunan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kota Solo justru menawarkan solusi yang telah teruji yakni Dapur Sehat Ramah Anak di SD Muhammadiyah 1 Ketelan.

Program yang telah berjalan selama lebih dari 10 tahun ini menjadi bukti bahwa penyelenggaraan makanan di sekolah dapat berjalan aman, higienis, dan edukatif, tanpa satu pun kasus keracunan yang tercatat.

Setiap hari, dapur yang terintegrasi dalam kompleks sekolah ini memasak dan menyajikan 615 porsi makan siang untuk siswa. Prosesnya mengutamakan kebersihan dan kesegaran. Bahan-bahan segar dimasak pada pagi hari, para juru masak mengenakan sarung tangan dan masker, dan makanan disajikan dengan sistem prasmanan dalam kondisi masih hangat.

“Dapur sehat bukan sekadar tempat makan, tapi juga bagian dari pembelajaran,” tegas Kepala Sekolah. Komitmen ini berbuah manis. Kantin sekolah telah dua kali menyabet predikat Kantin Sehat Nasional dari Kementerian Kesehatan.

Yang membedakan program ini adalah integrasinya dengan pendidikan karakter. Winarsih, Koordinator Kantin Sehat, menegaskan, pemberian makan di sekolah bukanlah aktivitas yang berdiri sendiri.

“Program ini juga membangun kedisiplinan dan tanggung jawab, termasuk tidak menyisakan makanan dan membersihkan sendiri peralatan makan,” ujarnya.

Kepercayaan inilah yang membuat orang tua murid, seperti Indri, merasa tenang. Di tengah kekhawatiran nasional, ia menilai dapur sehat sekolah lebih aman, segar, dan terjamin, meski harus membayar Rp 9.000 hingga Rp 10.000 per porsi.

Cek Berita lain di Google News

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pengusaha Bali Ajik Krisna dan Raffi Ahmad Garap Destinasi Wisata Rp30 Miliar di Buleleng

10 Februari 2026 - 00:18 WIB

Pengusaha Bali Ajik Krisna dan Raffi Ahmad Garap Destinasi Wisata Rp30 Miliar di Buleleng

Ikut Aksi Bersih Sampah Laut di Bali, Menpar Tegaskan Kebersihan Laut Kunci Daya Saing Pariwisata Indonesia

10 Februari 2026 - 00:15 WIB

Ikut Aksi Bersih Sampah Laut di Bali, Menpar Tegaskan Kebersihan Laut Kunci Daya Saing Pariwisata Indonesia

Perkuat Tata Kelola Hutan dan Kepercayaan Global, Indonesia dan Inggris Luncurkan MFP Fase 5

10 Februari 2026 - 00:05 WIB

Perkuat Tata Kelola Hutan dan Kepercayaan Global, Indonesia dan Inggris Luncurkan MFP Fase 5

Gubernur DKI dan Ketum PMI Turun Langsung Bersih-bersih di Cipinang Melayu

9 Februari 2026 - 14:59 WIB

Screenshot 20260209 142958 copy 1080x691

Pemprov DKI Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air untuk Kendalikan Perubahan Iklim dan Tekan Penggunaan Air Tanah

7 Februari 2026 - 01:47 WIB

Pemprov DKI Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air untuk Kendalikan Perubahan Iklim dan Tekan Penggunaan Air Tanah
Trending di News
error: Matras News