MATRASNEWS, JAKARTA – Komisi B DPRD DKI Jakarta meninjau fasilitas PAM Jaya di DC Pondok Kopi dan DC Cilincing, Selasa (21/7). Kunjungan dipimpin Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh dan diterima Dirut PAM Jaya Arief Nasrudin. Langkah ini merupakan tindak lanjut rapat pembahasan strategi penurunan Non-Revenue Water (NRW) atau air tak berekening.
Nova menjelaskan, NRW tidak hanya kebocoran fisik. Berdasarkan Permen PUPR, terdapat tiga kategori: konsumsi resmi tak berekening, kehilangan komersial (sambungan ilegal dan kesalahan meter), serta kehilangan fisik (kebocoran pipa). “Publik selama ini hanya paham kebocoran pipa, padahal kategorinya lebih luas,” ujarnya.
Komisi B mendorong percepatan sambungan rumah tangga. Saat ini cakupan sambungan baru mencapai 44 persen . “Jangan sampai air standby di pipa tanpa tersambung ke rumah warga,” tegas Nova. Dua reservoir berkapasitas 5 juta liter di Pondok Kopi dan 20 juta liter di Cilincing disiapkan untuk memperkuat pasokan di Jakarta Timur dan Utara.













Komentar ditutup.