Matras News, Jakarta – INTI dari industri hospitality adalah kualitas pelayanan yang excellent. Dengan begitu, tamu akan dengan senang hati kembali. Hal itu rupanya dipedomani benar oleh Fajar Sukarno, S.H., MM., CHA., General Manager Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta.
Pria kelahiran Bandung ini, kini dihadapkan pada tantangan besar: mengelola hotel legend yang sarat sejarah, sekaligus menahkodainya menembus tantangan era modernisasi yang serba cepat.
Fajar mulai bergabung dengan Kantor Pusat Aryaduta Hotel Group -perusahaan yang bergerak di bidang hospitality, pada Februari 2019 sebagai Vice President Human Resources. Dia kemudian dipromosikan menjadi Senior Vice President Human Resources di akhir 2020.
Tugas utamanya adalah membantu CEO Aryaduta Hotel Group untuk merencanakan dan mengorganisasikan fungsi-fungsi strategis yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan SDM di seluruh unit bisnis yang dimiliki.
Sedangkan di Aryaduta Menteng, Fajar mulai bertugas sejak November 2021. Hotel ini merupakan properti flagship Aryaduta Hotel Group yang telah berdiri sejak tahun 1974, dan merupakan salah satu pioneer hotel Bintang 5 di Indonesia.
Tahun ini, Aryaduta Menteng merayakan hari jadinya yang ke-50. Dalam usianya yang matang, hotel ini memiliki kiprah dan sejarah panjang sebagai salah satu pelopor dalam pembangunan pariwisata di tanah air.
Lahan Hotel Aryaduta Menteng sebelumnya merupakan rumah orang tua Herawati Diah, istri dari wartawan pemilik Harian Indonesia Observer dan Merdeka, pengusaha dan tokoh kemerdekaan Indonesia, B.M Diah. Rumah orang tua Herawati sudah dibongkar untuk membangun hotel berlantai 17 tersebut, yang pada akhirnya mulai dipancang pada 12 Agustus 1970.
Dimotivasi oleh kebijakan liberalisasi ekonomi oleh Presiden Soeharto dan keinginan Gubernur Ali Sadikin untuk memodernisasi Jakarta, keluarga Diah bisa mewujudkan pemanfaatan bekas rumah orang tua Herawati Diah untuk membangun hotel yang saat rencana awalnya bernama Ambassador itu.
Berada di dunia perhotelan selama hampir dua dekade, bagaimana Anda memaknai industri hospitality saat ini dari sudut pandang seorang General Manager?
Saya melihat bahwa dunia hospitality sangat dinamis. Untuk memimpinnya, butuh sosok pemimpin yang mampu untuk beradaptasi dengan perkembangan dunia bisnis terkini.
GM hotel harus mampu untuk stay current dengan tren industri hospitality, sehingga memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi kesempatan bisnis yang baru demi memaksimalkan pendapatan dan keuntungan perusahaan. Tentunya, sambil secara konsisten meningkatkan tingkat kepuasan para tamu.
Sejauh ini, bagaimana ups and down menempati jabatan sebagai seorang General Manager salah satu hotel bersejarah di Indonesia?
Memimpin dan mengelola Hotel Aryaduta Menteng yang telah memiliki sejarah panjang selama 50 tahun, tentunya membutuhkan semangat dan energi yang tinggi.
Hal itu mengingat bahwa hotel ini telah memiliki tamu dan klien bisnis yang setia untuk selalu memilih Aryaduta Menteng sebagai hotel pilihan mereka.
Tamu dan klien bisnis yang setia ini tentunya memiliki ekspektasi pelayanan yang prima dari seluruh karyawan hotel. Ini yang membuat saya selalu menjaga semangat dan energi yang tinggi setiap harinya, sehingga energi dan spirit yang tinggi ini yang saya impartasikan ke seluruh tim.
Tahun ini, Aryaduta Menteng genap berusia setengah abad. Bagaimana Anda memaknainya, dan bagaimana upaya yang dilakukan untuk terus mempertahankan eksistensinya?
Tanggal 1 Juni 2024 merupakan tanggal yang bersejarah bagi kami, karena di tanggal tersebut kami merayakan hari jadi Hotel Aryaduta Menteng yang ke 50 tahun. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi sebuah hotel untuk tetap berkontribusi kepada perkembangan pariwisata Indonesia.
Selain menyelenggarakan gala dinner dan mengundang klien serta rekan bisnis sebagai bentuk apresiasi kami terhadap kerjasama baik yang telah terjalin selama ini, kami juga mengadakan berbagai acara apresiasi karyawan, juga melakukan beberapa program ESG sebagai tanggung jawab kami terhadap lingkungan dan masyarakat.
Di antaranya adalah penanaman mangrove dan beach cleaning, donasi pre-loved items karyawan kami ke beberapa yayasan, dan bekerja sama dengan program food rescue dalam mendonasikan makanan layak hidang untuk beberapa yayasan dan pengolahan kembali food waste.
Beberapa kegiatan lain yang dilakukan adalah donasi darah bersama PMI, program bersama UMKM, serta Education Outreach yang merupakan program bersama Jakarta Hotel Association, di mana kami memberikan pelatihan perhotelan bagi siswa dari yayasan.
Walau bagaimana pun, usia 50 tahun adalah usia yang sangat matang untuk perhotelan. Otomatis, tamu lama dan baru yang datang menghendaki pelayanan prima. Kami terus melakukan upaya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.
Ke depan akan kembali dilakukan renovasi, dengan tetap mempertahankan ciri khas modern klasik yang dimiliki, namun dengan sentuhan baru.
Anda adalah orang Indonesia pertama yang dipercaya sebagai General Manager di Aryaduta Menteng. Bagaimana Anda menciptakan versi terbaik dalam diri Anda untuk memimpin unit bisnis ini?
Saya sangat percaya bahwa bangsa kita adalah bangsa yang besar, dengan Sumber Daya Manusia yang andal dan mampu menghasilkan Gm-GM asli Indonesia yang sukses.
Saya sangat beruntung memiliki tim yang kuat dan memiliki passion yang tinggi untuk mengembangkan diri dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi tamu.
Tantangan-tantangan major apa saja yang dihadapi?
Tantangan terbesar yang saya rasakan dalam bisnis hospitality secara global, yaitu mengelola dan memimpin Aryaduta Menteng semasa Pandemi Covid-19.
Saat itu, kami melakukan beberapa alignment bisnis, baik dari segi operasional hotel hingga restrukturisasi organisasi. Itu dilakukan untuk beradaptasi dan melewati masa pandemi dengan hasil yang optimal, tanpa mengorbankan kepuasan tamu dan klien bisnis kami.
Sekarang setelah pandemi kita lewati, Aryaduta Menteng harus mampu untuk beradaptasi dan berkembang menghadapi persaingan bisnis saat ini.
Apalagi, dengan persaingan bisnis yang semakin ketat dimana telah beroperasi juga beberapa hotel Bintang 5 baru di Jakarta.
Bagaimana Anda menyikapi persaingan itu? Tak bisa dipungkiri, upaya untuk stands out harus dilakukan. Mekanisme seperti apa yang Anda lakukan untuk menjadikan perusahaan yang Anda pimpin menjadi market leade?
Menurut saya, strategi utama untuk menjadi salah satu market leader dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, adalah menjadi organisasi yang adaptive to change dan mengedepankan strategi inovasi.
Tujuannya untuk meningkatkan daya saing hotel, meningkatkan kepuasan tamu, mempertajam operasional, dan efisiensi operasi hotel, sehingga akhirnya akan meningkatkan pendapatan hotel.
Di sisi lain, modal utama untuk menghadapi persaingan bisnis menurut saya adalah memiliki tim yang berenergi tinggi dan memiliki passion untuk menjaga kepuasan tamu.
Langkah atau inovasi apa yang diterapkan atau ditargetkan?
Aryaduta Menteng harus berkembang dan berinovasi untuk tetap memiliki daya saing bisnis yang tinggi menghadapi persaingan bisnis saat ini. Inovasi yang telah dan akan diimplemantasikan oleh kami meliputi tiga pilar inovasi, yaitu inovasi teknologi, inovasi guest experience, dan inovasi revenue.
Ketiga pilar inovasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing hotel, meningkatkan kepuasan tamu, mempertajam operasional dan efisiensi operasi hotel, dan meningkatkan pendapatan hotel.
Memiliki kiprah karir di dunia SDM menjadi salah satu kekuatan Anda dalam hal kepemimpinan. Bagaimana Anda memandang SDM yang dimiliki, untuk mengoptimalkannya menjadi versi terbaik?
Sumber Daya Manusia memiliki peran yang sangat strategis, sehingga kepuasan dan pengembangan karyawan sangatlah penting bagi saya.
Sejauh ini, gaya kepemimpinan saya adalah kepemimpinan yang adaptif, dimana model kepemimpinan yang adaptif ini membantu saya untuk menavigasi Aryaduta Menteng menghadapi tantangan bisnis dan perubahan bisnis saat ini.
Menjadi seorang GM di usia relatif muda, apa value terpenting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin?
Kesuksesan seorang pemimpin adalah dengan tetap menjaga value integrity dan respecting each other di dalam keseharian.
Integritas membuat kita berada di track yang lurus menuju kesuksesan, sedangkan menghargai setiap orang tanpa melihat jabatan ataupun faktor lainnya akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Bagaimana dengan tokoh favorit, atau inspirasi lain yang menggerakkan Anda hingga menjadi sosok Fajar Sukarno yang sekarang?
Tokoh besar yang menginspirasi saya dari mulai saya berkarir sampai dengan saat ini adalah Bung Karno, The Nation Founding Father.
Ajaran Bung Karno yang saya implementasikan sampai saat ini adalah percaya kepada kemampuan diri, beroirientasi kepada moral dan etika, memiliki semangat juang yang tinggi, dan selalu menjadi inspirasi bagi orang lain.
Dukungan keluarga terhadap pengembangan karir Anda, bagaimana?
Dukungan dan didikan orang tua saya, tentu begitu penting, sehingga membuat saya menjadi pribadi yang bermental kuat, selalu menghargai dan menghormati sesama, dan tanpa berhenti belajar, telah membentuk kepribadian saya yang sekarang.
Dukungan dari keluarga, khususnya dari istri saya, dalam keseharian sangat saya butuhkan, dimana dukungan istri untuk memberikan dorongan semangat dan membantu saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna untuk orang lain.
Target atau goals yang dicanangkan untuk tahun-tahun ke depan?
Goals saya selain meningkatkan karir ke tingkat yang lebih tinggi lagi, yakni saya memiliki impian untuk memiliki yayasan pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi, untuk mendapatkan pendidikan sampai minimal SMA.
Karena saya sangat mempercayai bahwa mendidik anak-anak penerus masa depan bangsa merupakan tanggung jawab kita bersama.











