“Gedung ini adalah bukti nyata dari kekuatan niat dan kebersamaan kita. Perjuangan sejak akhir 2019 ini tidaklah mudah, namun berkat keikhlasan warga dalam bergotong royong, fasilitas ini bisa berdiri tegak. Kami berharap gedung ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk umat,” ujar KH. Saifuddin Siroj.
Menariknya, seluruh anggaran pembangunan yang mencapai Rp2,5 miliar murni berasal dari gerakan swadaya. Dana tersebut dikumpulkan secara bertahap melalui pengelolaan Zakat, Infak, dan Shodaqoh (ZIS) warga setempat tanpa mengandalkan bantuan eksternal.
Peresmian gedung pada hari ini turut dihadiri dan diresmikan langsung oleh Walikota Bekasi, Tri Adhianto. Dalam sambutannya, Walikota mengapresiasi tinggi kemandirian dan kekompakan warga Jatisari yang luar biasa.
“Mudah-mudahan dengan adanya Islamic Center Jamiyyatul Ulama Jatisari ini, kita menjadi lebih siap mendekatkan diri kita pada Allah SWT dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan,” ujar Tri Adhianto.
Selain sebagai tempat ibadah, Walikota juga berharap kehadiran gedung JUJ ini bisa menjadi benteng sosial bagi generasi muda. Dengan adanya wadah organisasi keagamaan yang aktif, peran serta masyarakat dapat dimaksimalkan untuk mencegah kegiatan anarkis atau kenakalan remaja, dengan mengalihkan energi mereka ke dalam kegiatan-kegiatan yang positif.
Ikuti berita terkini di Google News












Komentar ditutup.