Populasi sulit dipantau, BRIN dan KKP dorong konservasi berbasis masyarakat pesisir.
MATRASNEWS, JAKARTA – Riset mencatat 13 spesies kuda laut tersebar di perairan Nusantara. Jumlah itu masih berpotensi bertambah seiring penelitian berlanjut. Namun, sejumlah spesies kini terancam.
Minimnya pelaporan perdagangan dan kerusakan habitat pesisir seperti lamun serta terumbu karang menjadi penyebab utama.
Peneliti BRIN, Masayu Rahmia Anwar Putri, mengungkapkan kondisi ini menyulitkan pemantauan populasi kuda laut di alam. Spesies ini unik karena pejantan mengandung dan melahirkan anak. Selain itu, nilai ekonominya tinggi untuk obat tradisional dan suvenir.
Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mendorong pengelolaan berkelanjutan. Masyarakat pesisir dilibatkan untuk menjaga habitat dan melaporkan pemanfaatan kuda laut.
Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.











