Menu

Mode Gelap
Ironi Laba Kertas PHE: Direksi Panen Tantiem Mewah, Korporasi Terjerat Utang Bunga Rp1,56 Triliun. DPR Ingatkan Risiko Psikologis terhadap Wajib Pajak DJP Klarifikasi Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas: Hanya Koordinasi, Bukan Penagihan Pajak HANA Japanese Pop-Up Kitchen Hadir di Swiss-Belresort Dago Heritage Bank Jakarta Buka Cabang Masa Depan di Kebayoran Park Uji Simulasi Darurat DBD, CDC dan Kemenkes RI Evaluasi Kesiapan Operasional

News

Komisi V DPR Sudjatmiko Desak Flyover Bekasi Segera Dibangun

badge-check

FOTO: Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKB, Sudjatmiko tinjau lokasi pembangunan flyover dan penataan perlintasan sebidang Perbesar

FOTO: Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKB, Sudjatmiko tinjau lokasi pembangunan flyover dan penataan perlintasan sebidang


Komisi V DPR Sudjatmiko menilai perlintasan sebidang di Bekasi sebagai bom waktu usai tabrakan maut 27 April lalu

MATRASNEWS, BEKASI – Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKB, Sudjatmiko, mendukung penuh percepatan pembangunan flyover dan penataan perlintasan sebidang di kawasan Stasiun Bekasi dan Bekasi Timur.

Dukungan itu menyusul tragedi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line jurusan Cikarang pada 27 April 2026 yang menewaskan sebanyak 16 orang.

Menurut Sudjatmiko, insiden tersebut menjadi alarm keras bagi pemerintah pusat, daerah, dan PT KAI. Kawasan Bekasi dinilai membutuhkan rekayasa transportasi modern karena kepadatan lalu lintas dan frekuensi kereta yang tinggi.

Baca Juga: Anggota DPR H. Sudjatmiko Ajak Gotong Royong di Harkitnas ke-118

“Kecelakaan beruntun yang berujung tabrakan KA dengan KRL menunjukkan bahwa pembangunan flyover tidak bisa lagi ditunda,” ujar Sudjatmiko di Stasiun Bekasi Timur, Jumat (22/5/2026).

Korban Jiwa dan Lumpuhnya Jalur

Berdasarkan kronologi, kecelakaan bermula dari insiden taksi Green SM di perlintasan sebidang. Kejadian itu mengganggu operasional KRL hingga berhenti. Dari belakang, KA Argo Bromo Anggrek kemudian menabrak KRL tersebut. Proses evakuasi melumpuhkan perjalanan kereta lintas Bekasi–Cikarang.

Berdasarkan data yang terhimpun dari berbagai sumber mencatat 16 korban jiwa dan puluhan luka-luka. Sudjatmiko menegaskan perlintasan sebidang di jalur sibuk itu berisiko tinggi terhadap keselamatan publik.

Anggaran dan Evaluasi Sistem

Komisi V DPR akan mendorong dukungan anggaran serta pengawalan kebijakan. Pembangunan flyover atau underpass di titik rawan diminta menjadi prioritas nasional. Ia juga meminta evaluasi sistem persinyalan dan koordinasi pengamanan perlintasan.

“Negara harus hadir memastikan tragedi serupa tidak terulang. Modernisasi transportasi bukan hanya soal kecepatan, tetapi nyawa masyarakat,” tutup Sudjatmiko.

Komisi V DPR Sudjatmiko, Juga menyampaikan apresiasi kepada Basarnas, BPBD, kepolisian, dan PT KAI yang bergerak cepat melakukan evakuasi dalam kondisi sulit. Tragedi Bekasi akan menjadi momentum evaluasi nasional keselamatan perkeretaapian, khususnya di kawasan urban padat seperti Jabodetabek.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ironi Laba Kertas PHE: Direksi Panen Tantiem Mewah, Korporasi Terjerat Utang Bunga Rp1,56 Triliun.

22 Juli 2026 - 14:12 WIB

DPR Ingatkan Risiko Psikologis terhadap Wajib Pajak

22 Juli 2026 - 13:02 WIB

DJP Klarifikasi Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas: Hanya Koordinasi, Bukan Penagihan Pajak

22 Juli 2026 - 12:51 WIB

Sensus Ekonomi 2026: Fondasi Kebijakan Ketenagakerjaan yang Lebih Tepat Sasaran

22 Juli 2026 - 00:06 WIB

Satgas PRR Desak Pemda Tuntaskan Lahan Huntap

22 Juli 2026 - 00:05 WIB

Trending di News