Bisnis
Indonesia Diprediksi Bertahan di Status Emerging Market MSCI
Perbesar
Dilihat: 144
Reformasi dan Fundamental Jadi Modal
Pelaku pasar menanti pengumuman MSCI yang akan menentukan klasifikasi pasar modal Indonesia.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai belum ada indikasi kuat Indonesia akan diturunkan ke frontier market.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan ekspektasi tinggi Indonesia tetap masuk kategori emerging market.
Berbagai reformasi pasar modal telah dilakukan, termasuk peningkatan transparansi dan granularitas data kepemilikan saham.
“Kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi Indonesia akan tetap di emerging market,” kata Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik.
Risiko dan Skenario
Jika terjadi penurunan status, beberapa analis memperkirakan arus keluar dana asing bisa mencapai US$13 miliar . IHSG sendiri telah terkoreksi hampir 31% sepanjang tahun ini karena kekhawatiran keputusan MSCI dan persepsi pengelolaan ekonomi.
Namun, BRIDS mencatat kapitalisasi dan likuiditas pasar saham Indonesia masih jauh lebih besar dibanding mayoritas negara frontier . Fundamental emiten pun dinilai baik dengan pertumbuhan laba lebih dari 21% pada 2025.
Pengumuman hasil peninjauan aksesibilitas pasar akan dirilis MSCI pada 18 Juni 2026, sementara hasil tinjauan tahunan klasifikasi pasar modal global diumumkan pada 23 Juni 2026. (*)
Baca Lainnya
Trending di Bisnis