Menu

Mode Gelap
Baru Dilantik Presiden, Ketua Ombudsman Tersangka Suap Tambang Nikel Anggota DPR Usul Iuran BPJS Kesehatan Digratiskan Pemerintah, MBG Bisa Kolaborasi MUFG, Bangun Sarana Air Bersih untuk Aceh Menteri Ekraf Terima Naskah Akademik PPh Royalti Penjelasan Pemerintah Indonesia dan Kedubes Republik Korea Tentang Travel Advisory BTN JAKIM 2026 Ditargetkan Putar Rp200 Miliar

Bisnis

Industrial Festival 2024 Tantang Generasi Muda Jadi Masa Depan Sektor Industri

badge-check


					Industrial Festival 2024 Tantang Generasi Muda Jadi Masa Depan Sektor Industri Perbesar

Matras News, Surabaya – Sektor industri manufaktur kerap disebut sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Hal ini didukung dengan fakta bahwa sekitar 75% dari total ekspor Indonesia merupakan ekspor produk manufaktur.

Selain itu, sektor ini juga merupakan salah satu penyerap terbesar tenaga kerja.  Untuk menopang sektor industri manufaktur di dalam negeri.

Indonesia memiliki sebuah potensi besar, yaitu generasi muda yang diharapkan siap menghadapi segala tantangan dan peluang, terutama dalam menyambut Indonesia Emas 2045.

Generasi muda yang sedang mempersiapkan diri untuk masa depannya perlu memahami bahwa selain perlu meningkatkan kemampuan memahami teori dan mengasah logika berpikir, generasi muda juga bisa meningkatkan keterampilan non-kognitif seperti kolaborasi, kecerdasan emosional, dan pemecahan masalah menjadi kunci.

“Kemampuan untuk bekerja dalam tim, beradaptasi dengan situasi baru, mengasah empati, dan menciptakan solusi kreatif untuk masalah yang kompleks akan semakin menentukan keberhasilan kita,” Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan kepada sekitar 900 mahasiswa dan generasi muda pada kuliah umum “Are You Fit for the Future?” dalam rangkaian Industrial Festival 2024 di Surabaya, Rabu (4/12).

Era digital memberikan transformasi besar pada masa depan dunia kerja. Seperti yang disampaikan dalam laporan Future of Jobs Tahun 2023 dari World Economic Forum, banyak pekerjaan yang sudah tergantikan dengan otomatisasi maupun dengan algoritma yang lebih cepat dan efisien.

Namun di sisi lain, juga membuka peluang bagi profesi-profesi baru yang menjanjikan, seperti ahli Artificial Intelligence dan data scientist.

Di tengah perubahan dunia yang cepat, yang diwarnai oleh transformasi digital, perkembangan teknologi, isu keberlanjutan, hingga dinamika sosial yang semakin kompleks, generasi muda Indonesia tidak hanya dituntut untuk mengikuti arus, tetapi juga menjadi bagian dari agen perubahan itu sendiri.

Kepada para generasi muda yang tengah mempersiapkan diri untuk masa depannya, Menperin memberikan sebuah pertanyaan sekaligus tantangan: “Are You Fit for the Future?”

Menurut Agus, setiap anak muda harus ‘menjahit’ kompetensinya dengan benang masa kini seperti inovasi, keterampilan digital, dan kecerdasan emosional.

Layaknya desainer yang memahami tren, kita harus terus belajar dan beradaptasi agar tetap relevan dan berdaya saing.

“Jadi, fit bukan berarti sempurna, melainkan kesiapan untuk terus berkembang. Seperti halnya pakaian terbaik yang memberi kenyamanan dan fleksibilitas, memudahkan pemakainya bergerak bebas.

Begitu juga dengan ilmu dan pengalaman; ia harus memberi ruang untuk eksplorasi, kegagalan, dan pembelajaran terus-menerus,” Menperin berpesan.

Untuk bertahan dan unggul di masa depan, Menperin membagikan beberapa keterampilan yang perlu dikuasai oleh generasi muda.

Pertama, literasi digital untuk dapat memahami cara penggunaan perangkat atau aplikasi, dan juga memahami etika digital, privasi, dan keamanan dalam penggunaan teknologi, serta membangun budaya digital yang positif.

Kedua, keterampilan dalam kecerdasan buatan (AI) dan analisis data untuk bisa membuat keputusan yang lebih cerdas, cepat, dan akurat.

Keterampilan ini juga memberikan peluang bagi generasi muda untuk menjadi perancang solusi berbasis AI yang dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi dan masyarakat.

Ketiga, generasi muda juga perlu memiliki kemampuan creative problem solving agar mampu berpikir secara kreatif, inovatif, dan fleksibel dalam menyelesaikan masalah.

Dengan kemampuan ini, anak muda bisa mengambil peluang dan menghasilkan ide-ide baru yang berkelanjutan dari tantangan yang dihadapi.

Keterampilan selanjutnya yang tak kalah pentingnya adalah entrepreneurial mindset. Sikap proaktif, berpikir di luar kebiasaan, dan berani mengambil risiko yang terukur bisa mendukung kita untuk menciptakan nilai baru dan memimpin perubahan.

“Inilah saat yang tepat bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri, mengembangkan keterampilan yang tak tergantikan, dan siap memenuhi kebutuhan industri masa depan yang terus berkembang,” kata Menperin.

Industrial Festival diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian sebagai ruang bagi generasi muda untuk belajar dan berkolaborasi, mengasah keterampilan baru melalui berbagai pelatihan, memperluas wawasan tentang industri masa depan melalui diskusi dan talkshow, serta menjalin koneksi dengan para ahli, pelaku industri, dan sesama generasi muda yang memiliki visi besar.

Melalui penyelenggaraan Industrial Festival, Kemenperin memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperkaya pengalaman sekaligus menjawab pertanyaan: “Are You Fit for the Future?”

Baca Lainnya

Kolaborasi MUFG, Bangun Sarana Air Bersih untuk Aceh

17 April 2026 - 00:05 WIB

Menteri Ekraf Terima Naskah Akademik PPh Royalti

17 April 2026 - 00:02 WIB

BTN JAKIM 2026 Ditargetkan Putar Rp200 Miliar

16 April 2026 - 00:08 WIB

BTN JAKIM 2026 Ditargetkan Putar Rp200 Miliar

PT Mitra Patriot Borong Tiga Penghargaan TOP BUMD Awards 2026

13 April 2026 - 19:39 WIB

PT Mitra Patriot Borong Tiga Penghargaan TOP BUMD Awards 2026

Pemerintah Genjot Debottlenecking, Buka Jalan Investasi ke Target 8%

7 April 2026 - 00:08 WIB

Pemerintah Genjot Debottlenecking, Buka Jalan Investasi ke Target 8%
Trending di Bisnis