MATRASNEWS, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) sebagai instrumen strategis untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tengah ketatnya persaingan global dalam menarik wisatawan mancanegara.
BVK bukan sekadar fasilitas visa, melainkan bagian dari upaya memperkuat aksesibilitas dan daya tarik Indonesia sebagai destinasi internasional. Kemudahan akses menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan wisatawan, terutama saat negara pesaing juga terus memperkuat kebijakan fasilitasi perjalanan.
Dampak Ekonomi Signifikan
Kemenpar memandang BVK sebagai kebijakan berdampak langsung terhadap kunjungan wisatawan, belanja, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi masyarakat. Pengalaman 2016 saat Indonesia memberikan fasilitas bebas visa kepada 169 negara menunjukkan hasil positif.
Kajian World Travel & Tourism Council (WTTC) bersama Oxford Economics mencatat kebijakan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan permintaan wisatawan mancanegara sebesar 24 persen serta mendukung terciptanya sekitar 400.000 lapangan kerja. Setelah dilakukan penyempurnaan perhitungan menggunakan realisasi kunjungan 2018, dampaknya diperkirakan mencapai 32,4 persen.











