Menu

Mode Gelap
SDIT Ar-Raudhah Bekasi Gelar Ifthar Ramadan SKB Tujuh Menteri Terbitkan Aturan Pemanfaatan AI di Pendidikan Polri Siagakan 161.000 Personel, Layanan Darurat 110 Disiapkan DKI Jakarta Gelar Imunisasi Kejar Campak Serentak Sepanjang Maret 2026 Mata Rantai Penyelundupan Satwa ke Thailand Terungkap Anggota DPRD Jabar Ahmad Faisyal Kawal Anggaran Infrastruktur Pembangunan

Hiburan

Kemenparekraf Dukung Festival Film Dokumenter 2025: Medium Strategis untuk Memperkuat Literasi Publik

badge-check


					Kemenparekraf Dukung Festival Film Dokumenter 2025: Medium Strategis untuk Memperkuat Literasi Publik Perbesar

MATRASNEWS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Bekraf) mendukung penuh penyelenggaraan Festival Film Dokumenter (FFD) 2025. Sebagai salah satu festival dokumenter tertua dan paling konsisten di Indonesia, FFD dinilai sebagai medium strategis untuk memperkuat literasi publik dan menggerakkan ekonomi kreatif berbasis pengetahuan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan hal tersebut. “Dokumenter bukan sekadar karya audio-visual, tetapi arsip, refleksi, dan edukasi publik. Kementerian Ekraf melihat FFD sebagai ruang penting untuk memperkuat kompetensi kreator, membangun ekosistem berbasis data dan riset, serta membuka kolaborasi hexahelix,” kata Riefky dalam siaran pers resmi, Selasa (25/11).

FFD 2025 secara resmi dibuka pada 21 November 2025 di Langgeng Art Foundation, Yogyakarta, dan akan berlangsung hingga 28 November 2025. Festival ini menampilkan rangkaian pemutaran film, diskusi, lokakarya, dan forum jejaring untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan.

Sebelumnya, pada 22 Oktober 2025, Kemenparekraf/Bekraf telah menerima audiensi dari tim FFD. Pertemuan yang dipimpin Wakil Menteri Ekraf Irene Umar itu membahas tantangan utama pelaku dokumenter, seperti monetisasi, keberlanjutan finansial kreator, dan terbatasnya ruang pemutaran.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenparekraf/Bekraf, Agustini Rahayu, menyatakan bahwa festival dokumenter berperan penting dalam penguatan ekosistem perfilman nasional yang berkelanjutan. “FFD memberikan kontribusi fundamental dalam membangun kultur menonton yang kritis, memperluas distribusi pengetahuan, dan membuka ruang bagi sineas muda,” ujarnya.

Dukungan Kemenparekraf/Bekraf pada FFD 2025, yang memasuki edisi ke-24 ini, merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem film nasional dari hulu ke hilir. Kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat menciptakan ruang kreatif yang lebih inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Cek Berita lain di Google News

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

myBCA International Java Jazz Festival 2026 Siap Digelar, Ini Lokasinya

12 Maret 2026 - 02:58 WIB

myBCA International Java Jazz Festival 2026 Siap Digelar, Ini Lokasinya

Atasi Keterbatasan Bioskop, Menteri Ekraf Dukung Pembangunan Mini Bioskop di Minimarket

9 Maret 2026 - 00:10 WIB

Atasi Keterbatasan Bioskop, Menteri Ekraf Dukung Pembangunan Mini Bioskop di Minimarket

CLOUDY, Musisi Belia Lulusan Jerman Rilis Ulang “Arti Cinta” Versi Baru

15 Februari 2026 - 17:05 WIB

FOTO: CLOUDY, musisi belia lulusan Jerman yang baru saja menapaki industri musik arus utama

Ika Putri Rilis Single Anyar Berjudul “Sadis”, Karya Bebi Romeo

13 Februari 2026 - 20:34 WIB

Wamen Ekraf Dorong Kolaborasi Musik Indonesia–Korea Selatan

9 Februari 2026 - 00:20 WIB

Trending di Hiburan