Kontribusi Fesyen Tembus 58,55 Persen Ekspor Ekraf
Data Kementerian Ekraf mencatat subsektor fesyen berkontribusi 14,77 persen terhadap PDB ekonomi kreatif sepanjang 2025. Pada periode Januari–April 2026, sektor ini menguasai 58,55 persen total ekspor ekonomi kreatif. Angka itu menegaskan fesyen bukan sekadar tren, melainkan pilar utama yang siap mendunia.
IFW 2026 menjadi momentum krusial bagi pemerintah mengukur dampak ekonomi nyata dan memperkuat rantai pasok nasional. Tahun lalu, perhelatan serupa melibatkan lebih dari 200 brand dan desainer, 4.000 pekerja kreatif, serta 34.000 pengunjung. Lonjakan transaksi digital mencapai 50 persen.
Kementerian berkomitmen mendukung penguatan kapasitas UMKM fesyen yang terlibat sekaligus memperluas promosi demi suksesnya acara. Ketua Umum APPMI Poppy Dharsono mengapresiasi dukungan penuh pemerintah. “Kami siap berjalan beriringan untuk membuka akses pasar lebih luas di tingkat internasional,” tegasnya.
Mengangkat Ulos Simetria, IFW 2026 Siap Digelar Juli
Ajang tahunan yang mempertemukan desainer, akademisi, produsen aksesori, investor, dan pembeli itu dijadwalkan berlangsung 29 Juli–2 Agustus 2026 di JICC Senayan. Mengusung tema ‘Ulos Simetria’, kekayaan wastra dan budaya Sumatra Utara menjadi inspirasi utama.
Selain peragaan busana dari ragam desainer, panitia menyiapkan program talks, bazaar, special deals, dan pertunjukan entertainment. IFW yang diinisiasi APPMI sejak lebih dari tiga dekade lalu itu juga memfasilitasi pameran dagang, business matching, dan forum industri berbasis kearifan lokal.
Menteri Teuku Riefky menegaskan fesyen nasional memiliki posisi strategis di tengah persaingan global. “Kami mendorong agar produk kreatif Indonesia tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi juga menjadi kebanggaan dunia,” pungkasnya.
Ikuti berita terkini di Google News












Komentar ditutup.