Menu

Mode Gelap
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Tanah Air Setelah Ditahan Israel Ekonom Meragukan Data Pertumbuhan 5,61%, Peringatkan Kerapuhan Ekonomi Melawan Arus, Alika Shafira Rilis EP Bertajuk Tentang Diriku BYD Tech Culture Fest 2026 Digelar di GBK Senayan Gubernur Banten Gencar Promosikan Daerah sebagai Pusat Industri Darurat Begal Upah, Pekerja Indomaret Tuntut Hak Lembur Libur Nasional

News

Luhut Desak UGM dan Perguruan Tinggi Jateng-Yogyakarta Fokuskan Riset pada Produktivitas Bawang Putih

badge-check


					Luhut Desak UGM dan Perguruan Tinggi Jateng-Yogyakarta Fokuskan Riset pada Produktivitas Bawang Putih Perbesar

MATRASNEWS, SOLO – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mendesak sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengalihkan fokus penelitian guna mendongkrak produktivitas bawang putih nasional. Desakan ini disampaikan dalam acara Solo Investment Festival, Jumat (12/12/2025).

Luhut secara khusus menyebut Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Diponegoro (Undip) agar berperan lebih aktif dalam riset pertanian strategis ini, ketimbang terjebak dalam isu-isu lain.

“UGM, jangan soal ijazah melulu aja yang diributin. Kalian bikin studi dong, di mana nih di Jawa Tengah ini tempat kita bisa menanam bawang putih,” ujar Luhut dalam acara tersebut, seperti dikutip dari narasi yang diperoleh CNN Indonesia.

Dorongan ini, kata Luhut, berangkat dari kebutuhan mendesak untuk mengurangi ketergantungan impor bibit bawang putih yang nilainya sangat besar. Data yang ia paparkan menunjukkan, nilai impor bibit bawang putih nasional mencapai US$770 juta atau setara dengan Rp12,8 triliun.

“Kita butuh bibit bawang putih unggul, berkualitas, dan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim,” tegasnya.

Luhut optimistis, dengan riset yang efektif dari perguruan tinggi, impor bibit bisa ditekan hingga 50 persen. Hal itu setara dengan penghematan devisa sekitar Rp4 hingga Rp5 triliun.

Ia mencontohkan keberhasilan riset mandiri genome sequencing di Danau Toba yang ia biayai dan fasilitasi, yang kini menghasilkan varietas bibit bawang dengan hasil panen (yield) lebih tinggi.

Peran kunci perguruan tinggi, menurut Luhut, adalah mengidentifikasi lahan-lahan di ketinggian ideal sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang cocok untuk budidaya bawang putih. Harapannya, kampus dapat menghasilkan bibit lokal yang produktif dan tahan terhadap anomali cuaca.

Desakan ini menegaskan upaya pemerintah mendorong hilirisasi penelitian akademik untuk menjawab kebutuhan riil dan mendesak di sektor pangan, khususnya dalam mengurangi ketergantungan impor komoditas strategis seperti bawang putih.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Tanah Air Setelah Ditahan Israel

25 Mei 2026 - 01:59 WIB

9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Tanah Air Setelah Ditahan Israel

Ekonom Meragukan Data Pertumbuhan 5,61%, Peringatkan Kerapuhan Ekonomi

25 Mei 2026 - 01:54 WIB

Ekonom Meragukan Data Pertumbuhan 5,61%, Peringatkan Kerapuhan Ekonomi

Darurat Begal Upah, Pekerja Indomaret Tuntut Hak Lembur Libur Nasional

25 Mei 2026 - 00:29 WIB

Darurat Begal Upah, Pekerja Indomaret Tuntut Hak Lembur Libur Nasional

Hanya 13 Spesies Kuda Laut Tercatat di Indonesia, Habitat Rusak

23 Mei 2026 - 00:31 WIB

Komisi V DPR Sudjatmiko Desak Flyover Bekasi Segera Dibangun

22 Mei 2026 - 19:31 WIB

Komisi V DPR Sudjatmiko Desak Flyover Bekasi Segera Dibangun
Trending di News