Menu

Mode Gelap
Rektor Paramadina Soroti Distorsi Fungsi PTN: Dari Riset Menjadi Industri Kursus Massal Trans Bekasi Keren Resmi Beroperasi, Rute Terminal Bekasi dan Harapan Indah Pemerintah Tegaskan Peran Keluarga dan Karakter Kunci Hadapi Dampak Digital BWH Hotels Indonesia Rayakan Harmoni Imlek dan Ramadan 2026 dengan Kampanye “Celebrating Togetherness” Gubernur Banten Tegaskan Pers Sebagai Pilar Demokrasi dan Mitra Strategis Pembangunan Hadiri Baksos di Glodok, Wamen Ekraf Beri Pesan Harmoni Lintas Agama Jelang Imlek 2026

News

Luhut Desak UGM dan Perguruan Tinggi Jateng-Yogyakarta Fokuskan Riset pada Produktivitas Bawang Putih

badge-check


					Luhut Desak UGM dan Perguruan Tinggi Jateng-Yogyakarta Fokuskan Riset pada Produktivitas Bawang Putih Perbesar

MATRASNEWS, SOLO – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mendesak sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengalihkan fokus penelitian guna mendongkrak produktivitas bawang putih nasional. Desakan ini disampaikan dalam acara Solo Investment Festival, Jumat (12/12/2025).

Luhut secara khusus menyebut Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Diponegoro (Undip) agar berperan lebih aktif dalam riset pertanian strategis ini, ketimbang terjebak dalam isu-isu lain.

“UGM, jangan soal ijazah melulu aja yang diributin. Kalian bikin studi dong, di mana nih di Jawa Tengah ini tempat kita bisa menanam bawang putih,” ujar Luhut dalam acara tersebut, seperti dikutip dari narasi yang diperoleh CNN Indonesia.

Dorongan ini, kata Luhut, berangkat dari kebutuhan mendesak untuk mengurangi ketergantungan impor bibit bawang putih yang nilainya sangat besar. Data yang ia paparkan menunjukkan, nilai impor bibit bawang putih nasional mencapai US$770 juta atau setara dengan Rp12,8 triliun.

“Kita butuh bibit bawang putih unggul, berkualitas, dan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim,” tegasnya.

Luhut optimistis, dengan riset yang efektif dari perguruan tinggi, impor bibit bisa ditekan hingga 50 persen. Hal itu setara dengan penghematan devisa sekitar Rp4 hingga Rp5 triliun.

Ia mencontohkan keberhasilan riset mandiri genome sequencing di Danau Toba yang ia biayai dan fasilitasi, yang kini menghasilkan varietas bibit bawang dengan hasil panen (yield) lebih tinggi.

Peran kunci perguruan tinggi, menurut Luhut, adalah mengidentifikasi lahan-lahan di ketinggian ideal sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang cocok untuk budidaya bawang putih. Harapannya, kampus dapat menghasilkan bibit lokal yang produktif dan tahan terhadap anomali cuaca.

Desakan ini menegaskan upaya pemerintah mendorong hilirisasi penelitian akademik untuk menjawab kebutuhan riil dan mendesak di sektor pangan, khususnya dalam mengurangi ketergantungan impor komoditas strategis seperti bawang putih.

Cek Berita lain di Google News

Baca Lainnya

Rektor Paramadina Soroti Distorsi Fungsi PTN: Dari Riset Menjadi Industri Kursus Massal

11 Februari 2026 - 01:20 WIB

Rektor Paramadina Soroti Distorsi Fungsi PTN Dari Riset Menjadi Industri Kursus Massal

Trans Bekasi Keren Resmi Beroperasi, Rute Terminal Bekasi dan Harapan Indah

11 Februari 2026 - 00:43 WIB

Trans Bekasi Keren Resmi Beroperasi, Rute Terminal Bekasi dan Harapan Indah

Pemerintah Tegaskan Peran Keluarga dan Karakter Kunci Hadapi Dampak Digital

11 Februari 2026 - 00:35 WIB

Pemerintah Tegaskan Peran Keluarga dan Karakter Kunci Hadapi Dampak Digital

Gubernur Banten Tegaskan Pers Sebagai Pilar Demokrasi dan Mitra Strategis Pembangunan

11 Februari 2026 - 00:05 WIB

Gubernur Banten Tegaskan Pers Sebagai Pilar Demokrasi dan Mitra Strategis Pembangunan

Hadiri Baksos di Glodok, Wamen Ekraf Beri Pesan Harmoni Lintas Agama Jelang Imlek 2026

11 Februari 2026 - 00:01 WIB

Hadiri Baksos di Glodok, Wamen Ekraf Beri Pesan Harmoni Lintas Agama Jelang Imlek 2026
Trending di News
error: Matras News