Menu

Mode Gelap
Apa Perbedaan Haji Reguler, Haji Khusus dan Haji Furoda, Bingung Harus Pilih Mana? Masuk Usia ke 10, Vasaka Hotel Jakarta Gelar Media Gathering Wamen Ekraf Dukung Industri Musik Lewat Indonesian Idol Kokola Group Salurkan Sapi Limosin untuk Qurban Bagikan Bubur Gratis, Hotel 88 Bekasi Tebar Kepedulian Hari Kelima Korban Hanyut di Kali Bekasi Ditemukan Tutup Usia

Info Akademia

Mahasiswa Universitas Trisakti Kembangkan Ekraf UMKM Pengolahan Maggot

badge-check


					Mahasiswa Universitas Trisakti Kembangkan Ekraf UMKM Pengolahan Maggot Perbesar

Matras News – Mendengar kata maggot bagi sebagian masyarakat awam mungkin masih terdengar asing di telinga. Namun, ketika mendengar kata belatung mungkin sudah familiar karena bentuknya yang menggelikan dan membuat bulu kuduk merinding.

Seperti dketahui, maggot adalah larva seperti belatung, sebelum menjadi lalat tetapi memiliki ukuran yang lebih besar, keunggulannya tidak membawa penyakit.

Permadi Widiatama mahasiswa dari Universitas Trisakti menjelaskan, “salah satu maggot Black Soldier fly (BSF) atau lalat pengurai sampah yang ramah lingkungan berbeda dari lalat hijau yang dapat menyebabkan penyakit, “jelasnya kepada matrasnews.com pada Selasa (21/6), dalam acara pembukaan HUT Jakarta ke 495 dengan tema Jakarta Punya Cerite yang diselenggarakan oleh Hotel Aston Kartika Grogol Jakarta.

Seperti yang diketahui, magot hanya mengalami satu siklus kehidupan. Eko enzim dan pupuk cair yang terbuat dari buah-buahan dan sayur mayur, lebih alami dan bagus untuk pengganti cuci piring, Pupuk cair dan Pupuk kompos yang sangat baik untuk bercocok tanam, seperti buah dan sayur mayur.

“Magot BSF biasa digunakan untuk pakan ternak seperti ikan hias bahkan bekas magot pun bisa di manfaatkan untuk menjadi pupuk tanaman hias,”ucap permadi.

Ia Menjelaskan, selain budidaya magot juga mengembangkan budidaya lele, pengolahan sampah organik dan un organik. sampah non organik dapat dimanfaatkan menjadi mainan seperti boneka ondel-ondel atau pesawat pesawatan dan dipamerkan dalam acara UMKM Jakarta Punye Cerite.

”Untuk pengembangan dan pembelajaran budidaya magot dapat dipelajari di bambu larangan atau RPTRA Serasi di daerah Jakarta Barat selama enam bulan disana kita juga dapat belajar cara penanganan sampah berbahaya, katanya.

(haad)

Baca Lainnya

Menakar Akurasi Laporan The Economist: Apakah Indonesia Menuju Jurang?

28 Mei 2026 - 01:08 WIB

University of Melbourne Buka Beasiswa Penuh untuk Mahasiswa Internasional

19 Mei 2026 - 00:04 WIB

Penataan Non-ASN, Pemerintah Jamin Layanan Pendidikan Tetap Jalan

18 Mei 2026 - 01:37 WIB

Buku The Pancasila Market Economy Diluncurkan

13 Mei 2026 - 00:23 WIB

9 Mahasiswa Hamzanwadi Magang di Perusahaan Hotel Raksasa Jepang

12 Mei 2026 - 00:05 WIB

Trending di Info Akademia