MATRASNEWS, JAKARTA – Universitas Paramadina bersama Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) meluncurkan buku “The Pancasila Market Economy” di Jakarta, Senin (11/5). Buku ini merupakan hasil kolaborasi lebih dari satu dekade yang menawarkan konsep ekonomi berkeadilan dengan menyeimbangkan mekanisme pasar, peran negara, dan nilai-nilai Pancasila.
Direktur KAS untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dr. Denis Suarsana, menegaskan buku ini lahir dari perjalanan panjang kerja sama intelektual lintas negara. Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyebutnya sebagai upaya mencari bentuk ekonomi Indonesia yang semakin matang dan sesuai konstitusi.
Senior Director Bank Indonesia, Haris Munandar, Ph.D., dalam keynote speech-nya menyatakan Indonesia membutuhkan keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab, kompetisi dan solidaritas, serta efisiensi dan keadilan. “Pancasila diharapkan memberikan harapan,” ujarnya.
Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menegaskan, pasar tetap menjadi instrumen penting tetapi harus diarahkan negara sebagai regulator dan guardian dengan landasan moral.
Sementara ekonom Universitas Paramadina Wijayanto menambahkan, konsep ini mengambil sisi positif kapitalisme dan sosialisme sekaligus. Peluncuran juga menghadirkan pembicara Prof. Marcus Marktanner (Kennesaw State University) dan Senior Fellow Habibie Center Umar Juoro.











