Menu

Mode Gelap
Manusia di Zaman Edan: The Lead Institute Paramadina Bahas Kritik Herbert Marcuse dan Cak Nur Ketimpangan Pendidikan Tinggi: Rektor Paramadina Sebut PTN “Menindas” PTS ASEAN-China Gaet Kolaborasi Penerbangan di Yogyakarta Misteri Kuota SMPN 1 Sukaraja Bogor: 33 Siswa Gugur, Data Ditutup Rapat, Disdik Bungkam Revisi UU Sisdiknas, Wajib Belajar 13 Tahun dan Penguatan Anggaran Pendidikan Kriyaan Lansia Bekasi 2026: Bukti Nyata Ruang Berdaya bagi Generasi Emas

Info Akademia

Manusia di Zaman Edan: The Lead Institute Paramadina Bahas Kritik Herbert Marcuse dan Cak Nur

badge-check

Manusia di Zaman Edan: The Lead Institute Paramadina Bahas Kritik Herbert Marcuse dan Cak Nur Perbesar


Kritik Marcuse: Manusia Terjebak Sistem Kapitalisme

Narasumber tamu, Dr. phil. Fitzerald Kennedy Sitorus, dosen filsafat Universitas Pelita Harapan yang juga alumnus Goethe-Universität Frankfurt, memaparkan kritik Marcuse terhadap budaya kejar untung dan gengsi yang mendominasi kehidupan modern. Dalam masyarakat kapitalisme dewasa ini, masyarakat menjadi budak industri dan konsumsi. Manusia merasa dirinya bebas dan nikmat, tetapi di saat yang sama mereka hanya menjadi pasar industri yang berkolaborasi dengan algoritma media digital.

“Promosi iklan yang merupakan soko guru kapitalisme, menanamkan kebutuhan-kebutuhan palsu ke dalam diri individu. Pola hidup masyarakat modern saat ini sejatinya bukan otonomi, melainkan cenderung dimanipulasi dengan kebebasan-kebebasan semu,” tuturnya.

Fitzerald juga menyoroti konsep “toleransi represif” (repressive tolerance) Marcuse, yakni bentuk penindasan yang justru memberi ruang bagi kelompok tertindas untuk protes, namun protes tersebut justru memperkuat sistem yang dikritik. Kritik Marcuse ini menggambarkan manusia modern yang terjebak dalam sistem tanpa jalan keluar. Berangkat dari titik buntu itu, Suratno Muchoeri menawarkan neo-sufisme sebagai salah satu jalan yang memadukan spiritualitas batin dengan syariat Islam, sekaligus mendorong umat tetap terlibat aktif dalam realitas sosial.

Konsep Khalifatullah Cak Nur: Manusia sebagai Pemegang Mandat Tuhan

Suratno lebih lanjut memaparkan konsep manusia sebagai khalifatullah dari pemikir Islam Nurcholish Madjid atau Cak Nur. Berbeda dari Marcuse yang lebih banyak melihat sisi kelam hidup manusia, Cak Nur melihatnya dari sisi spiritual. Keberadan manusia di alam semesta, kata Suratno, tidak berdiri sendiri, tapi terhubung dengan Tuhan. “Cak Nur merujuk pada konsep tauhid dalam teologi Islam, khususnya kisah penciptaan Nabi Adam, sebagaimana dituliskan dalam Al-Qur’an,” jelas Suratno.

Suratno menambahkan, peran kekhalifahan tersebut pada akhirnya membawa konsekuensi moral bahwa manusia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat, sehingga harus berhati-hati dalam setiap perbuatan di dunia. “Tanggung jawab inilah yang menjadi titik mula moralitas manusia sebagai pemegang mandat Tuhan untuk mewujudkan kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan di muka bumi,” kata Suratno.

Kajian Filsafat & Agama 2026 merupakan program rutin The Lead Institute Universitas Paramadina yang menghadirkan diskusi lintas mazhab pemikiran untuk membedah persoalan kemanusiaan kontemporer dari berbagai perspektif filsafat dan agama.

 

Ikuti berita terkini di Google News

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ketimpangan Pendidikan Tinggi: Rektor Paramadina Sebut PTN “Menindas” PTS

9 Juli 2026 - 00:08 WIB

Ketimpangan Pendidikan Tinggi: Rektor Paramadina Sebut PTN "Menindas" PTS

Misteri Kuota SMPN 1 Sukaraja Bogor: 33 Siswa Gugur, Data Ditutup Rapat, Disdik Bungkam

9 Juli 2026 - 00:05 WIB

Revisi UU Sisdiknas, Wajib Belajar 13 Tahun dan Penguatan Anggaran Pendidikan

9 Juli 2026 - 00:03 WIB

Mahasiswa UI Ciptakan Pulse-Ed, Solusi Belajar bagi Anak Sakit Kronis Raih Penghargaan Global

7 Juli 2026 - 00:52 WIB

Pendidikan Jabar Tembus Inggris, Guru dan Siswa Maung Raih Beasiswa Nottingham

7 Juli 2026 - 00:20 WIB

Trending di Info Akademia