Menu

Mode Gelap
Ironi Laba Kertas PHE: Direksi Panen Tantiem Mewah, Korporasi Terjerat Utang Bunga Rp1,56 Triliun. DPR Ingatkan Risiko Psikologis terhadap Wajib Pajak DJP Klarifikasi Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas: Hanya Koordinasi, Bukan Penagihan Pajak HANA Japanese Pop-Up Kitchen Hadir di Swiss-Belresort Dago Heritage Bank Jakarta Buka Cabang Masa Depan di Kebayoran Park Uji Simulasi Darurat DBD, CDC dan Kemenkes RI Evaluasi Kesiapan Operasional

Info Akademia

Misteri Kuota SMPN 1 Sukaraja Bogor: 33 Siswa Gugur, Data Ditutup Rapat, Disdik Bungkam

Misteri Kuota SMPN 1 Sukaraja Bogor: 33 Siswa Gugur, Data Ditutup Rapat, Disdik Bungkam Perbesar


MATRASNEWS, BOGOR – Polemik penerimaan siswa baru di SMP Negeri 1 Sukaraja, Kabupaten Bogor, memicu pertanyaan publik ihwal transparansi birokrasi pendidikan. Sebanyak 33 calon siswa dinyatakan gugur karena tidak melakukan daftar ulang, namun pihak sekolah bersikukuh menutup informasi identitas mereka maupun nama penggantinya.

Sekolah Lempar Bola ke Sistem

Kepala Sekolah Budiyanto menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan menentukan nama pengganti. Pemenuhan kuota, menurutnya, berlangsung otomatis melalui sistem yang dikelola Dinas Pendidikan . “Sekolah tidak bisa menentukan nama-nama yang diterima untuk mengisi pemenuhan kuota tersebut,” ujarnya, Rabu (8/7).

Pernyataan serupa disampaikan Humas SMPN 1 Sukaraja, Heru. Ia menegaskan pihak sekolah hanya menjalankan aplikasi buatan dinas dan tidak memiliki akses data lengkap. “SPMB berdasarkan sistem, otomatis penggantinya urutan berikutnya. Maaf saya tidak punya datanya. Yang buat aplikasi dari dinas, kami hanya pelaksana di lapangan. Silakan bapak kroscek ke dinas,” jelasnya.

Kritik Transparansi dan Risiko Spekulasi

Sikap sekolah yang enggan membuka data menimbulkan dugaan bahwa informasi penting sengaja ditutup-tutupi. Padahal, publik berhak mengetahui siapa saja yang gugur dan siapa yang menggantikan posisi tersebut. Minimnya keterbukaan ini berpotensi menimbulkan spekulasi adanya permainan kuota atau manipulasi penerimaan.

Sorotan Publik

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Wagub Rano Karno Dorong Ruang Publik Inklusif di Tengah Tantangan Reformasi

22 Juli 2026 - 00:04 WIB

Seminar Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan di Era AI

21 Juli 2026 - 00:05 WIB

Kampus Merah Putih: Mengukur Dampak Diskursus, Bukan Sekadar Ranking

20 Juli 2026 - 00:04 WIB

Gubernur DKI Jakarta Resmikan Gedung SMA Labschool Ciracas

20 Juli 2026 - 00:02 WIB

60 Ribu Calon Mahasiswa Baru Tidak Daftar Ulang

17 Juli 2026 - 07:41 WIB

Trending di Info Akademia