Menu

Mode Gelap
Manusia di Zaman Edan: The Lead Institute Paramadina Bahas Kritik Herbert Marcuse dan Cak Nur Ketimpangan Pendidikan Tinggi: Rektor Paramadina Sebut PTN “Menindas” PTS ASEAN-China Gaet Kolaborasi Penerbangan di Yogyakarta Misteri Kuota SMPN 1 Sukaraja Bogor: 33 Siswa Gugur, Data Ditutup Rapat, Disdik Bungkam Revisi UU Sisdiknas, Wajib Belajar 13 Tahun dan Penguatan Anggaran Pendidikan Kriyaan Lansia Bekasi 2026: Bukti Nyata Ruang Berdaya bagi Generasi Emas

Info Akademia

Manusia di Zaman Edan: The Lead Institute Paramadina Bahas Kritik Herbert Marcuse dan Cak Nur

badge-check

Manusia di Zaman Edan: The Lead Institute Paramadina Bahas Kritik Herbert Marcuse dan Cak Nur Perbesar


Kajian Filsafat di Tengah Derasnya Arus Informasi

MATRASNEWS, JAKARTA – The Lead Institute Universitas Paramadina kembali menggelar seri “Kajian Filsafat & Agama 2026” bertajuk Madzhab Frankfurt vs “Madzhab” Paramadina dengan tema “Manusia di Zaman Edan”. Edisi ketiga yang dipandu Peneliti The Lead Institute Dida Darul Ulum pada Senin (6/7) malam membandingkan kritik Herbert Marcuse tentang Manusia Satu Dimensi dengan gagasan Nurcholish Madjid atau Cak Nur mengenai manusia sebagai khalifatullah.

Budaya kejar untung atau kapitalisme dan derasnya arus informasi dinilai membuat masyarakat semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan. Dalam kebudayaan Jawa, fenomena kemunduran ini kerap disebut sebagai “zaman edan”, istilah yang dipopulerkan pujangga besar dari Keraton Surakarta, Raden Ngabehi Ronggowarsito dalam Serat Kalatidha (1860). Kalatidha berarti zaman keraguan atau masa suram saat nilai-nilai luhur tidak lagi dihargai. Saat serat ini dikarang, Ronggowarsito melihat kebingungan masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial, politik dan budaya yang cepat terutama akibat tekanan penjajahan dan melemahnya tatanan tradisional Jawa.

Membuka diskusi, Rektor Universitas Paramadina Prof. Dr. Didik J. Rachbini menegaskan pentingnya kajian filsafat di tengah kondisi tersebut. “Di tengah derasnya arus informasi dewasa ini di mana pemikiran filsafat semakin terpinggirkan, kajian filsafat menjadi sangat penting sebagai olah fikir, exercise dalam menalar guna menemukan kebenaran sejati,” ujar Didik.

Ketua The Lead Institute Dr. phil. Suratno Muchoeri, alumnus Goethe-Universität Frankfurt, membuka diskusi dengan mengutip filosofi Jawa: “Zaman Edan, Yen Ora Edan Ora Keduman, Nanging sak bejo-bejone wong edan, isih luwih bejo wong kang eling lan waspodo”. Pepeling (nasihat) tersebut memiliki makna, “seberuntung-beruntungnya orang yang ikut arus kegilaan zaman, akan lebih beruntung orang yang tetap ingat dan waspada.”

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ketimpangan Pendidikan Tinggi: Rektor Paramadina Sebut PTN “Menindas” PTS

9 Juli 2026 - 00:08 WIB

Ketimpangan Pendidikan Tinggi: Rektor Paramadina Sebut PTN "Menindas" PTS

Misteri Kuota SMPN 1 Sukaraja Bogor: 33 Siswa Gugur, Data Ditutup Rapat, Disdik Bungkam

9 Juli 2026 - 00:05 WIB

Revisi UU Sisdiknas, Wajib Belajar 13 Tahun dan Penguatan Anggaran Pendidikan

9 Juli 2026 - 00:03 WIB

Mahasiswa UI Ciptakan Pulse-Ed, Solusi Belajar bagi Anak Sakit Kronis Raih Penghargaan Global

7 Juli 2026 - 00:52 WIB

Pendidikan Jabar Tembus Inggris, Guru dan Siswa Maung Raih Beasiswa Nottingham

7 Juli 2026 - 00:20 WIB

Trending di Info Akademia