Menu

Mode Gelap
Kemlu Kerek Strategi Pelindungan PMI: RAN jadi Fondasi Diplomasi Global Kota Bekasi Kebut Pembentukan Kampung Siaga Bencana 60 Ribu Calon Mahasiswa Baru Tidak Daftar Ulang Pelabuhan Patimban Buka Babak Baru sebagai Gerbang Logistik Global SOIna: Gelar Penggalangan Dana untuk Atlet Disabilitas Matras News dan Pullman Jakarta Central Park Perkuat Sinergi Media

Seni & Budaya

Melalui Jamuan, Kemendikbudristek Kenalkan Kekayaan Budaya Indonesia ke Delegasi G20

badge-check

Melalui Jamuan, Kemendikbudristek Kenalkan Kekayaan Budaya Indonesia ke Delegasi G20 Perbesar

Matras News – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menutup hari pertama pertemuan G20 Education Working Group (EdWG) dengan agenda jamuan makan malam penyambutan atau welcome dinner 27 delegasi yang hadir secara luring. Welcome dinner diselenggarakan di Bale Kambang & Pendopo Agung, Royal Ambarrukmo pada hari Rabu (16/3).

Acara tersebut terdiri dari makan malam bersama sambil menikmati pertunjukkan Tari Serimpi Pandhelori, tarian klasik yang pada 1877-1921 ditarikan untuk Sri Sultan Hamengkubuwono VII. Kegiatan ini turut disambut oleh Wakil Gubernur DI. Yogyakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X yang mewakili Gubernur DI. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang menekankan pentingnya toleransi, gotong royong atau saling membantu dan mendukung untuk mencapai tujuan bersama, sesuai dengan tema presidensi G20 tahun ini, ‘Recover Together, Recover Stronger’ atau ‘Pulih Bersama’.

Dalam sambutan Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DI. Yogyakarta mengatakan bahwa Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai Kota Pelajar, melainkan kerap disebut sebagai “The Heart of Java”. Menurutnya, menyatunya pendidikan dengan budaya, telah menghasilkan karakter masyarakat Yogyakarta yang memegang teguh nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika kita melihat kembali sejarahnya, Daerah Istimewa Yogyakarta memang dibangun di atas nilai-nilai kebinekaan dan toleransi. Candi Prambanan yang akan Anda kunjungi besok oleh delegasi G20 EdWG, telah menjadi saksi betapa nilai toleransi yang dijunjung tinggi antarpemeluk agama pada peradaban masa lalu. Misalnya, Candi Prambanan merupakan candi Hindu, sedangkan Candi Sewu yang letaknya berdekatan merupakan tempat peribadatan umat Buddha,” ujar Wakil Gubernur DI Yogyakarta.

(red/her)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jakarta Gaungkan SDGs Lewat Museum, Target 2030 Makin Dekat

16 Juli 2026 - 01:13 WIB

Kriyaan Lansia Bekasi 2026: Bukti Nyata Ruang Berdaya bagi Generasi Emas

9 Juli 2026 - 00:01 WIB

Kriyaan Lansia Bekasi 2026 Bukti Nyata Ruang Berdaya bagi Generasi Emas

Estoria Creative Gelar “Perayaan Rasa dari Timur”, Angkat Kekayaan Budaya NTT di Tengah Jakarta

4 Juli 2026 - 06:12 WIB

APPBI Gelar Pameran Puspa Nuswantara 2026

2 Juli 2026 - 12:04 WIB

Calung Komedi Oke Garut PasKi Jabar Tampil Memukau di Jakalcer Fest

28 Juni 2026 - 05:15 WIB

Trending di Seni & Budaya