Menu

Mode Gelap
ILUNI UI FIB Gelar MeiLawan 2026, Ajak Rawat Ingatan Tragedi Mei 1998 Sinergi Himbara, BP BUMN Dorong Hunian Terjangkau bagi Masyarakat Puncak Liburan Long Weekend, KAI Layani 161.028 Pelanggan Purbaya Beri Waktu 6 Bulan bagi WNI untuk Repatriasi Dana dari Luar Negeri Denon Dorong ITS Indonesia Jadi Aktor Utama UAM di Regional U.S. Embassy Jakarta Celebrates Maternal Health Achievements in Banten Province

Seni & Budaya

Melalui Jamuan, Kemendikbudristek Kenalkan Kekayaan Budaya Indonesia ke Delegasi G20

badge-check


					Melalui Jamuan, Kemendikbudristek Kenalkan Kekayaan Budaya Indonesia ke Delegasi G20 Perbesar

Matras News – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menutup hari pertama pertemuan G20 Education Working Group (EdWG) dengan agenda jamuan makan malam penyambutan atau welcome dinner 27 delegasi yang hadir secara luring. Welcome dinner diselenggarakan di Bale Kambang & Pendopo Agung, Royal Ambarrukmo pada hari Rabu (16/3).

Acara tersebut terdiri dari makan malam bersama sambil menikmati pertunjukkan Tari Serimpi Pandhelori, tarian klasik yang pada 1877-1921 ditarikan untuk Sri Sultan Hamengkubuwono VII. Kegiatan ini turut disambut oleh Wakil Gubernur DI. Yogyakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X yang mewakili Gubernur DI. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang menekankan pentingnya toleransi, gotong royong atau saling membantu dan mendukung untuk mencapai tujuan bersama, sesuai dengan tema presidensi G20 tahun ini, ‘Recover Together, Recover Stronger’ atau ‘Pulih Bersama’.

Dalam sambutan Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DI. Yogyakarta mengatakan bahwa Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai Kota Pelajar, melainkan kerap disebut sebagai “The Heart of Java”. Menurutnya, menyatunya pendidikan dengan budaya, telah menghasilkan karakter masyarakat Yogyakarta yang memegang teguh nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika kita melihat kembali sejarahnya, Daerah Istimewa Yogyakarta memang dibangun di atas nilai-nilai kebinekaan dan toleransi. Candi Prambanan yang akan Anda kunjungi besok oleh delegasi G20 EdWG, telah menjadi saksi betapa nilai toleransi yang dijunjung tinggi antarpemeluk agama pada peradaban masa lalu. Misalnya, Candi Prambanan merupakan candi Hindu, sedangkan Candi Sewu yang letaknya berdekatan merupakan tempat peribadatan umat Buddha,” ujar Wakil Gubernur DI Yogyakarta.

(red/her)

Baca Lainnya

Tari Topeng Cirebon, Menyuguhkan Keindahan dalam Gerak

3 Mei 2026 - 01:13 WIB

AMKI Kartini Award 2026 Menobatkan 11 Perempuan Inspiratif di Era Digital

30 April 2026 - 01:37 WIB

Wamen Ekraf Apresiasi Kolaborasi Kreatif Aniwayang Live di Museum Nasional

29 April 2026 - 02:03 WIB

Ribuan Penari Meriahkan CFD Bekasi, Ronggeng Nyentrik Jadi Primadona

27 April 2026 - 01:24 WIB

12.000 Warga Mustika Jaya Ramaikan Festival Adu Bedug

20 April 2026 - 00:23 WIB

12.000 Warga Mustika Jaya Ramaikan Festival Adu Bedug
Trending di Seni & Budaya