MATRASNEWS, DEPOK – Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (ILUNI UI FIB) menggelar rangkaian acara “MeiLawan: Merawat Ingatan” pada 11–13 Mei 2026 di kampus FIB UI, Depok.
Kegiatan ini bertujuan menjaga memori kolektif bangsa atas tragedi kerusuhan Mei 1998, termasuk kekerasan seksual terhadap perempuan yang masih menyisakan luka sejarah.
Dekan FIB UI, Dr. Untung Yuwono, menyebut kegiatan ini sebagai wujud keberanian generasi muda menghadirkan ruang reflektif dan partisipatif. “Humaniora mengajarkan keberanian memahami penderitaan dan ketidakadilan,” ujarnya.
Ketua ILUNI UI FIB, Visna Vulovik, menegaskan bahwa tragedi Mei 1998 bukan sekadar angka di kalender. “Luka ini harus dirawat agar kita tidak kehilangan arah. Kekerasan seksual terhadap perempuan masih terus berulang, bahkan di lingkungan pendidikan,” katanya.
Acara puncak menghadirkan diskusi bertajuk “Belajar dari Luka Bangsa” dengan narasumber Komisi XIII DPR Rieke Diah Pitaloka, Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor, serta perwakilan Bareskrim Polri dan LPSK. Rieke mendorong Presiden Prabowo segera mengesahkan Perpres Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lembaga Pendidikan. “Ini imperatif mutlak, bukan sekadar regulasi administratif,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan live mural, pemutaran film, pameran instalasi, hingga aksi tabur bunga dan lilin sebagai simbol merawat ingatan dan memperjuangkan keadilan gender.











