Matras News – Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali. Secara alamiah, ketika sel-sel pada tubuh manusia menjadi tua atau rusak, mereka mati dan diganti dengan sel-sel baru. Kematian sel terprogram ini disebut apoptosis, dan ketika proses ini rusak, pertumbuhan yang abnormal akan terjadi. Sel dapat mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali jika ada kerusakan atau mutasi pada DNA. Pertumbuhan yang tidak terkendali ini umumnya berubah membentuk massa atau benjolan yang dikenal sebagai tumor. Tumor tersebut kemudian dinamai sesuai dengan tempat tumor tersebut berasal.
Perlu dipahami, tidak semua jenis tumor itu kanker. Tumor ada yang berupa tumor jinak dan ada yang ganas. Tumor jinak dapat dihilangkan dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Adapun tumor ganas merupakan kanker yang dapat menyerang jaringan sekitar dan menyebar ke organ tubuh lain. Ada beberapa kanker tidak membentuk tumor misalnya leukemia. Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangannya, sel-sel kanker membentuk suatu massa dan jaringan ganas yang menyusup ke jaringan sehat di sekitarnya. Di samping itu, sel kanker dapat menyebar (metastasis) ke organ tubuh lain yang jauh dari tempat asalnya melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening hingga menjadi suatu kondisi serius yang sangat sulit untuk diobati.
Dikutip dari RS UNS oleh dr. Nur Rahman,Sp.B. Mendengar istilah kanker, akan terbetik suatu kondisi dimana penyakit ini adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan hingga berujung kematian. Umumnya, para pengidap kanker akan bereaksi menolak dengan diagnosanya, melakukan perlawanan, bahkan menjadi tidak percaya kepada dokter yang menanganinya. Akhirnya, penjelasan yang tidak gamblang mengenai kondisi tersebut menyebabkan tidak sedikit dari para pengidap kanker menjadi salah haluan dalam menjalani penatalaksanaannya.
Memang benar, kanker merupakan salah satu penyakit utama penyebab kematian di dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2012 diperkirakan terdapat 8,2 juta kasus kematian akibat kanker di dunia. Saat ini, kejadian kasus baru kanker di dunia mencapai 57% dan 65% kematian akibat kanker terjadi di negara dengan penghasilan menengah ke bawah. Seiring dengan bertambahnya waktu, telah terjadi pergeseran pola kejadian kanker di dunia dari negara berpenghasilan tinggi ke negara dengan penghasilan menegah ke bawah Diperkirakan akan terjadi peningkatan kasus baru kanker sebesar 70% dalam 20 tahun mendatang.
Angka kematian akibat kanker lebih tinggi di negara berkembang dibandingkan dengan negara maju. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan faktor risiko dan keberhasilan penanganan deteksi, serta ketersediaan pengobatan. Baik di negara maju maupun berkembang, kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian akibat kanker di kalangan laki-laki. Sedangkan pada perempuan, kanker payudara menjadi penyebab kematian terbanyak. Penyebab utama lain kematian akibat kanker di negara-negara maju adalah kanker kolorektal pada laki-laki dan perempuan serta kanker prostat pada laki-laki. Khusus di negara berkembang, kanker hati dan kanker saluran cerna merupakan jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian pada laki-laki. Sedangkan kanker serviks uteri merupakan penyebab terbanyak kematian akibat kanker.
(her)











Komentar ditutup.