Menu

Mode Gelap
Gebrak Run Race, Kapolsek Jatiasih Ajak Ratusan Pemuda Lari di Jalan Berkah Ramadan, Omzet Bolen Khas Bekasi Ditaksir Tembus Rp30 Juta Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur’an 69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura Tiga Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Industri Asuransi Disiapkan Garap Potensi Besar di Sektor Hulu Migas

News

Menhub Dudy Purwagandhi Secara Resmi Membuka Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2025

badge-check


					Menhub Dudy Purwagandhi Secara Resmi Membuka Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2025 Perbesar

Matras News, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 pada Jumat, 21 Maret 2025, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Posko ini akan beroperasi selama 22 hari, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025, dengan tujuan memastikan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat Indonesia.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 resmi dibuka. Semoga perjalanan mudik tahun ini berjalan lancar, aman, dan membawa kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Menhub Dudy pada, Jumat 21 Maret 2025.

Ia menyampaikan bahwa tradisi mudik Lebaran sangat dinantikan oleh jutaan masyarakat Indonesia sebagai momen berkumpul dengan keluarga dan mempererat tali silaturahmi.

Namun, momen ini juga menghadirkan tantangan besar dalam memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan.

“Pada tahun ini, diperkirakan lebih dari 146 juta penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan mudik menggunakan berbagai moda transportasi, seperti kendaraan pribadi, bus, kereta api, pesawat, dan kapal laut,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah telah mempersiapkan sarana dan prasarana transportasi yang memadai, termasuk 30.451 bus, 772 kapal laut, 404 pesawat udara, dan 2.550 unit kereta api.

Pemerintah juga telah melakukan ramp check untuk memastikan semua armada kendaraan dalam kondisi layak jalan dan aman.

Selain itu, Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, mulai dari lintas kementerian/lembaga, TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha transportasi, untuk memastikan kelancaran arus mudik.

“Posko Angkutan Lebaran 2025 akan bersiaga 24 jam selama 22 hari, terhitung sejak 21 Maret hingga 11 April 2025, dan dibagi menjadi dua shift, yakni pukul 08.00-20.00 dan pukul 20.00-08.00.

Posko ini menyediakan informasi terkini terkait lalu lintas, cuaca, serta kondisi transportasi melalui berbagai kanal komunikasi resmi pemerintah,” jelas Menhub Dudy.

Pemerintah juga memberikan berbagai insentif dan kebijakan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik.

Diantaranya adalah penurunan tarif tiket pesawat rata-rata sekitar 14 persen, diskon tarif tol hingga 20 persen, diskon tarif kereta api pada periode tertentu, serta program mudik gratis.

“Sejumlah insentif dan kebijakan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran negara, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Kemudian, pemerintah juga menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) yang memungkinkan masyarakat untuk bekerja dari mana saja selama perjalanan mudik.

Berkaitan dengan hal itu, maka pembukaan posko pun dilakukan lebih awal lantaran pemberlakuan WFA yang jatuh pada Senin (24/3), sehingga ia memperkirakan arus mudik mulai terjadi pada hari ini.

“Kami memprediksi Jumat nanti malam mungkin akan terjadi peningkatan, dari masyarakat yang akan melakukan mudik. itu sebabnya kami mendirikan posko ini dari mulai tanggal 21 hari ini,” kata Menhub.

Oleh karena itu, Dudy mengimbau agar pemudik tidak menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor untuk kegiatan mudik demi keselamatan pemudik.

Diketahui, pemudik yang menggunakan sepeda motor diprediksi 12,7 juta jiwa. Sementara data keseluruhan prediksi pergerakan berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, tercatat sebanyak 52 persen dari total jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 146,48 juta jiwa akan melakukan pergerakan pada periode libur Lebaran.

Tak hanya itu, bersama Kepolisian dan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan juga menerapkan pembatasan angkutan barang selama puncak arus mudik dan balik.

Langkah ini diambil untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan perjalanan bagi pemudik.

“Kami mengingatkan seluruh petugas di lapangan agar selalu siap menghadapi berbagai situasi dengan pendekatan humanis, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain itu, keselamatan tetap menjadi prioritas utama selama arus mudik dan balik Lebaran ini,” imbuh Menhub.

Baca Lainnya

Gebrak Run Race, Kapolsek Jatiasih Ajak Ratusan Pemuda Lari di Jalan

8 Maret 2026 - 03:35 WIB

Gebrak Run Race, Kapolsek Jatiasih Ajak Ratusan Pemuda Lari di Jalan

Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur’an

7 Maret 2026 - 03:11 WIB

Ribuan Lansia dan Pelajar Bekasi Pecahkan Rekor MURI Tulis Mushaf Al-Qur'an

69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura

7 Maret 2026 - 02:57 WIB

69.232 Tiket Kapal Laut Gratis Mudik Lebaran 2026 Rute Aceh Hingga Jayapura

Tiga Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

7 Maret 2026 - 02:39 WIB

Tiga Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

Situasi Geopolitik Timur Tengah dan Global Jadi Sorotan, Kondisi Pariwisata Bali Masih Stabil

6 Maret 2026 - 02:09 WIB

Situasi Geopolitik Timur Tengah dan Global Jadi Sorotan, Kondisi Pariwisata Bali Masih Stabil
Trending di News