Menu

Mode Gelap
Revisi UU ASN Hapus Status PPPK Paruh Waktu, Pemerintah Terapkan Dua Skema Baru Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi “Bensin” Tumor Banjir Landa Jakarta, Gubernur Pramono: “Menghilangkan Banjir Itu Tidak Mungkin” Sulis “Cinta Rasul” Meriahkan Paramadina Festival Ramadhan 2026 di Meikarta Simak 4 Tips Menginvestasikan THR dengan Emas yang Lebih Mudah, Aman, dan Terpercaya Atasi Keterbatasan Bioskop, Menteri Ekraf Dukung Pembangunan Mini Bioskop di Minimarket

Gaya Hidup Sehat

Menkes Tegaskan Program MBG dalam Pengawasan untuk Jamin Kualitas dan Keamanan

badge-check


					Menkes Tegaskan  Program MBG dalam Pengawasan untuk Jamin Kualitas dan Keamanan Perbesar

MatrasNews, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa peran utama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah melakukan pengawasan.

Tujuannya, memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk para pelajar.

“Peran Kemenkes secara gotong royong di sini adalah nanti kita akan melakukan pengawasan eksternal kepada para pelaksana strategi ini,” ujar Menkes Budi dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Pengawasan ini akan diwujudkan melalui tiga pilar utama: standardisasi pelaporan, sertifikasi keamanan pangan, dan pengawasan berlapis.

1. Standardisasi Data dan Laporan

Kemenkes bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengonsolidasikan data harian dan mingguan terkait potensi keracunan. Tidak menutup kemungkinan, akan ada publikasi berkala seperti pada masa pandemi COVID-19. “Kita ingin melakukan standardisasi dari laporan dan angka-angka kejadian kasus,” kata Menkes.

2. Sertifikasi Terpadu dan Cepat

Tiga jenis sertifikasi akan diberlakukan untuk menjamin standar:

  • Sertifikat Laik Higiene Sanitas (SLHS)
  • Sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) untuk manajemen risiko pangan
  • Sertifikasi Halal

Kemenkes bersama BPOM dan BGN akan membentuk sistem sertifikasi terpadu. Proses percepatan sertifikasi juga disiapkan agar tidak menghambat distribusi.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan kepemilikan sertifikasi ini adalah syarat mutlak bagi setiap SPPG.

3. Pengawasan Berlapis dan Respons Cepat

Pengawasan akan dilakukan dari hulu ke hilir.

  • Di tingkat produksi: Kemenkes akan berkoordinasi dengan Kemendagri, TNI/Polri, dan aparat daerah untuk pengawasan harian SPPG.
  • Di tingkat sekolah: Kemenkes berkoordinasi dengan Kemendikbudristek dan Kemenag untuk melibatkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam memeriksa kualitas makanan sebelum dikonsumsi siswa.
  • Gugus Cepat Tanggap: Kemenkes akan menyiapkan tim di setiap daerah yang terdiri dari Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan UKS untuk menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan massal.

Pemantauan Status Gizi Siswa

Sebagai bagian evaluasi, Kemenkes akan memantau status gizi siswa dengan mengukur tinggi dan berat badan setiap enam bulan.

Data dicatat secara by name by address. Survei gizi nasional juga akan diperluas, tidak hanya fokus pada stunting, tetapi juga mencakup anak sekolah di atas lima tahun.

Dengan langkah-langkah pengawasan yang komprehensif ini, pemerintah berupaya memastikan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat yang aman dan berkualitas bagi masa depan pelajar Indonesia.

Baca Lainnya

Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi “Bensin” Tumor

9 Maret 2026 - 01:16 WIB

Bukan Cuma Keturunan, Studi Terbaru Ungkap Gula Darah Tinggi Bisa Jadi "Bensin" Tumor

Krisis Dokter Anestesi di Papua, Uncen Buka Program Spesialis Pertama

5 Maret 2026 - 01:45 WIB

Serah Terima Jabatan, Dwi Sudarwanto Plt Direktur RSUD Jatisampurna

2 Maret 2026 - 16:49 WIB

Satu dari Empat Dewasa Alami Obesitas, Ini Kata Dokter Luciana Primaya Hospital Kelapa Gading

2 Maret 2026 - 02:00 WIB

Satu dari Empat Dewasa Alami Obesitas, Ini Kata Dokter Luciana Primaya Hospital Kelapa Gading

Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang

20 Februari 2026 - 01:00 WIB

Penanganan Penyintas Kanker Lansia, Ini Kata dr. Daniel Rizky Primaya Hospital Semarang
Trending di Gaya Hidup Sehat