Menu

Mode Gelap
Warga Bekasi Laporkan Kepala Dukcapil ke Polisi atas Dugaan Pemalsuan Akta Cerai Nusantara Explorer, Kereta Mewah Karya Anak Bangsa Terminal Tipe A Alam Barajo Terus Tingkatkan Layanan dan Optimalisasi Aset FBI Kembalikan Ratusan Artefak dan Jasad Leluhur Indonesia ke Pangkuan Tanah Air Aliansi Ormas Beri Ultimatum 2 Pekan ke Plt Bupati Bekasi Masa Depan Ekonomi Halal Indonesia: Antara Potensi dan Tantangan Tata Kelola

Otomotif

PPKM Darurat di Harapkan Gaikindo Tidak Guncang Industri Otomotif Nasional

badge-check

PPKM Darurat di Harapkan Gaikindo Tidak Guncang Industri Otomotif Nasional Perbesar

Matrasnews.com – Dalam upaya menekan penyebaran virus corona alias Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, Pemerintah RI berencana menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Saat ini, kebijakan terkait sedang dibicarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan beberapa kepala daerah lainnya bersama menteri yang secara langsung bersinggungan. Secara garis besar, PPKM darurat akan diterapkan di Jawa dan Bali secara ketat dan berlaku dalam waktu dekat. Di dalamnya meliputi 100 persen work from home (WFH) untuk sektor tertentu.

Baca Juga : Pekerja Bengkel dan Penggiat Dunia Otomotif Mengalami Dampak Pandemi

Dengan demikian, sektor otomotif berpotensi mendapatkan dampak kebijakan tersebut. Sebab, aktivitas pabrik, kantor, dan diler harus disesuaikan kembali. “Tapi kita tunggu dulu peraturannya seperti apa. Kita tentu akan patuhi,” ujar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto,

“Mudah-mudahan tidak terlalu besar (dampak) terhadap penjualan dan produksi kendaraan bermotor serta komponen terkait,” lanjut dia. Apalagi, saat ini industri otomotif nasional tengah berada di proses pemulihan usai terdampak pandemi Covid-19 setahun belakangan. Khususnya, setelah diterapkan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mulai 1 Maret 2021 lalu.

Berdasarkan data Gaikindo, pada periode tersebut penjualan mobil baru naik hingga 28,8 persen. Lalu satu bulan setelahnya, kenaikan permintaan semakin melonjak sampai 277 persen dibanding tahun lalu. Adapun penjualan ritel, secara akumulatif, Januari–April 2021, menurut data Gaikindo naik 5,9 persen menjadi 257.953 unit. Secara bulanan volume penjualan ritel telah mendekati level normal atau sekitar 80.000 per bulan, di kutip dari kompas.com.

(*) matrasnews.com

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PT Pindad Luncurkan Becak Listrik Modern, Dorong Transportasi Ramah Lingkungan

25 Juni 2026 - 01:53 WIB

New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur

25 Juni 2026 - 01:05 WIB

Segera Mengaspal, Spesifikasi Lepas E4 EV Diperkenalkan

25 Juni 2026 - 00:57 WIB

Harga Oli di Bekasi Naik, Pemilik Kendaraan: Mau Tidak Mau Beli

12 Juni 2026 - 00:30 WIB

BYD Tech Culture Fest 2026 Digelar di GBK Senayan

25 Mei 2026 - 01:12 WIB

BYD Tech Culture Fest 2026 Digelar di GBK Senayan
Trending di Otomotif