Advertisement Section
itdc

Pariwisata Bali akan di Buka, ITDC Bentuk Covid-19 Alert Team di The Nusa Dua

Matrasnews.com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia, terus meningkatkan inisiatif dalam mempersiapkan kawasan The Nusa Dua menyambut pembukaan kembali pariwisata Bali khususnya bagi wisatawan mancanegara. Inisiatif terbaru yang dilakukan ITDC adalah membentuk COVID-19 Alert Team (CAT) bekerjasama dengan One Health Collaboration Center (OHCC) Udayana. 

CAT adalah sebuah tim atau kelompok satuan tugas (satgas) yang beranggotakan manajemen dan karyawan hotel dengan tugas, wewenang dan tanggung jawab yang telah terstruktur dan terprogram berdasarkan modul CAT yang disusun oleh OHCC Udayana, dengan tujuan utama untuk mencegah dan mengendalikan COVID-19 di lingkungan hotel.

Pembentukan CAT di lingkungan hotel di kawasan The Nusa Dua dimulai pada Rabu (22 September 2021) dengan diselenggarakannya pelatihan CAT, yang diikuti oleh tim CAT dari lima hotel yaitu Nusa Dua Beach Hotel and Spa Bali, The Westin Resort Nusa Dua Bali, Grand Hyatt Bali, Mercure Nusa Dua, dan Courtyard by Marriot Bali Nusa Dua Resort.  Masing-masing tim CAT beranggotakan  manajemen dan karyawan hotel sebanyak lima orang.

Baca Juga : ITDC Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kepada Wisatawan

Bertempat di Wantilan The Nusa Dua, pelatihan dibuka oleh Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita dan Ketua OHCC Udayana Dr.dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK(K). Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan,”The Nusa Dua yang ditetapkan pemerintah sebagai Green Zone Destination terus melakukan upaya untuk meningkatkan mitigasi COVID-19 di kawasan, bekerjasama dengan OHCC Udayana membentuk CAT dan memulai pelatihan bagi anggota CAT.

Dengan pola perlatihan dan evaluasi yang terprogram, CAT menjadi sebuah terobosan baru dan pertama di Indonesia guna mendukung upaya pemerintah dalam menekan penyebaran COVID-19 khususnya di lingkungan hotel”.

Program CAT merupakan inovasi baru dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di lingkungan hotel dengan proses yang sistematis dan berkesinambungan. Program CAT menyediakan panduan dan tata laksana pencegahan COVID-19 yang mudah diaplikasikan dan diterapkan di lingkungan hotel.

Baca Juga : Sudin Kebudayaan Jakarta Timur akan Gelar Kolaborasi Dua Seni Budaya yang Berbeda

Program CAT terbagi dalam 3 tahapan yang berlangsung selama satu bulan dan wajib diikuti oleh seluruh anggota CAT. Tahap pertama adalah pelatihan dari trainer OHCC Udayana yang meliputi pelatihan modul CAT, pengetahuan dan pemahaman tentang COVID-19, serta pelatihan evaluasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE). Tahap kedua, adalah site visit trainer OHCC Udayana ke masing-masing hotel peserta program untuk melakukan pendampingan pelaksanaan kegiatan, monitoring kegiatan CAT serta memantau pelaksanaan penerapan konsep CHSE. Sedangkan tahap ketiga adalah evaluasi kegiatan CAT serta  inagurasi tim.

Program CAT merupakan inovasi baru dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di lingkungan hotel dengan proses yang sistematis dan berkesinambungan. Program CAT menyediakan panduan dan tata laksana pencegahan COVID-19 yang mudah diaplikasikan dan diterapkan di lingkungan hotel.

Program CAT terbagi dalam 3 tahapan yang berlangsung selama satu bulan dan wajib diikuti oleh seluruh anggota CAT. Tahap pertama adalah pelatihan dari trainer OHCC Udayana yang meliputi pelatihan modul CAT, pengetahuan dan pemahaman tentang COVID-19, serta pelatihan evaluasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE). Tahap kedua, adalah site visit trainer OHCC Udayana ke masing-masing hotel peserta program untuk melakukan pendampingan pelaksanaan kegiatan, monitoring kegiatan CAT serta memantau pelaksanaan penerapan konsep CHSE. Sedangkan tahap ketiga adalah evaluasi kegiatan CAT serta  inagurasi tim.

Selain itu, ITDC juga telah berkolaborasi dengan OHCC Udayana melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen Survey di Kawasan The Nusa Dua yang dimulai pada 30 Agustus lalu dengan durasi selama  2 bulan. Survei ini akan membantu untuk memonitor penyebaran kasus COVID-19 dalam Kawasan serta mendapat rekomendasi yang berguna bagi penguatan upaya mitigasi penyebaran COVID-19 di Kawasan The Nusa Dua.

“Kami  menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas antusiasme para tenant dalam merespon program CAT serta upaya mitigasi COVID-19 lainnya. Hal ini memperlihatkan semangat dan komitmen kami untuk bersama-sama mewujudkan kawasan The Nusa Dua sebagai kawasan yang bebas COVID-19 dan siap menyambut dibukanya kembali kegiatan kepariwisataan Bali bagi wisatawan mancanegara,” tutup Ardita.

Matrasnews.com / Kn