Menu

Mode Gelap
Kebaya Noni Melenggang di Hari Kebaya Nasional Darya-Varia Buka Jalan bagi Peneliti Perempuan di Usia Emas 50 Tahun Anak Muda Berteriak, Aktivis 98 dan Mahasiswa Kaji Ulang Kondisi Bangsa Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Mesin Kekayaan Menko Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli dan Cegah Main Hakim Sendiri Zona Buang Ditutup, TPST Bantargebang Bertahap Tinggalkan Open Dumping

News

Peluncuran Film Mengejar mbak Puan Segera Launching Hari ini

badge-check

Peluncuran Film Mengejar mbak Puan Segera Launching Hari ini Perbesar

Matras News, Jakarta – Perjuangan para Pekerja Rumah Tangga (PRT) dalam memperjuangkan hak mereka termasuk perjuangan agar UU Perlindungan PRT disahkan menjadi Undang-Undang (UU) dikemas rapi dalam sebuah film dokumenter bertajuk ‘Mengejar mbak Puan’.

Film yang disutradarai Ani Ema Susanti dan Luviana Ariyanti ini mengganbarkan 19 tahun perjuangan para PRT dalam mewujudkan haknya.

Nantinya JALA PRT dan Perempuan Mahardika akan meluncurkan film ini pada hari ini, 12 Okotober 2023 di depan Gedung DPR RI, Jakarta.

Salah satu sutradara Film “Mengejar mbak Puan,” Luviana Ariyanti dari Konde.co mengatakan bahwa film ini bercerita tentang pergulatan hidup para PRT dalam memperjuangkan ini semua.

“Para PRT mengejar mbak Puan hingga ke DPR, karena satu-satunya tumpuan saat ini ada di Ketua DPR RI, Puan Maharani,” jelasnya.

“Maka film dibuat sebagai pengantar komunikasi antara PRT dan mbak Puan Maharani secara khusus, agar suara para PRT tersampaikan kepada mbak Puan Maharani melalui film,” sambung Luviana Ariyanti.

Setelah Presiden Jokowi menegaskan komitmen pentingnya RUU PPRT pada 18 Januari 2023, dan Puan Maharani menetapkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi RUU inisiatif DPR dalam rapat paripurna DPR RI pada 21 Maret 2023, maka kini kekuasaan untuk mengesahkan RUU menjadi UU ada di tangan Mbak Puan Maharani.

Film “Mengejar mbak Puan” menampilkan kegigihan para PRT bersama organisasi JALA PRT dan Koalisi Sipil untuk UU PPRT dalam memperjuangkan UU PPRT.

Mereka melakukan aksi setiap Rabu yang dikenal sebagai aksi Rabuan PRT yang sudah dilakukan sejak Desember 2022. Lalu kini, aksi tersebut berubah menjadi aksi harian PRT.

Mereka melakukan aksi setiap hari di depan Gedung DPR RI, dari aksi simbolisasi alat kerja PRT seperti serbet, sapu, toilet, alat pel, hingga aksi menghancurkan makan. Namun mbak Puan Maharani bergeming.

Film “Mengejar mbak Puan” adalah film tentang kisah-kisah PRT, kisah kegigihan perjuangan selama 19 tahun dalam memperjuangkan UU PPRT agar PRT diakui sebagai pekerja.

Koordinator Perempuan Mahardhika, Mutiara Ika Pratiwi, menyatakan bahwa setelah diluncurkan di depan DPR pada 12 Oktober 2023, film akan diputar secara keliling di 10 kota di Indonesia.

“Untuk menambah ketegangan publik, film akan diputar secara berputar, sejauh ini sudah 10 kota yang akan memutar film ini,” kata Mutiara Ika Pratiwi.

Perwakilan PRT, Nur Khasanah dari SPRT Merdeka Semarang dan Jumiyem dari SPRT Yogyakarta menyatakan bahwa film “Mengejar mbak Puan” akan diputar secara keliling antara lain di Semarang dan Yogyakarta untuk mengajak masyarakat memberikan dukungan pengesahan UU PPRT.

Koordinator JALA PRT, Lita Anggraini menyatakan bahwa saat ini para PRT masih terus melakukan aksi setiap hari di DPR.

Para PRT bergantian setiap hari di DPR untuk mengejar mbak Puan, hingga bertemu dengan mbak Puan Maharani.

Pertemuan dengan mbak Puan Maharani akan menjadi momentum penting untuk meminta janji mbak Puan untuk membahas RUU PPRT dalam rapat paripurna DPR RI.

“Perjuangan RUU PPTT tinggal di sudut lagi. Tinggal menunggu Bamus DPR dijadwalkan dalam rapat paripurna dan dibahas oleh DPR, namun hingga sekarang sejak DIM Pemerintah diserahkan ke DPR pada 16 Mei 2023, belum juga dibahas di rapat paripurna DPR RI,” kata Lita Anggraini.

Dalam DIM tersebut, Pemerintah memberikan usulan terkait perubahan subtansi, redaksional dan urutan.

Pemerintah menyampaikan usulan perubahan khususnya pada suhu dan penempatan PRT dan pengaturan antar pihak PRT, Pemberi Kerja dan Perusahaan Penempatan PRT (3PRT) dan peningkatan keahlian dan ketrampilan untuk PRT.

“Dengan penyerahan DIM ini artinya bola saat ini sudah diserahkan ke DPR RI agar RUU PPRT segera diparipurnakan dan disetujui,” kata Lita Anggraini. *

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Anak Muda Berteriak, Aktivis 98 dan Mahasiswa Kaji Ulang Kondisi Bangsa

27 Juli 2026 - 01:19 WIB

Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Mesin Kekayaan

27 Juli 2026 - 01:08 WIB

Menko Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli dan Cegah Main Hakim Sendiri

27 Juli 2026 - 00:55 WIB

Zona Buang Ditutup, TPST Bantargebang Bertahap Tinggalkan Open Dumping

27 Juli 2026 - 00:50 WIB

Warga Bekasi Laporkan Kepala Dukcapil ke Polisi atas Dugaan Pemalsuan Akta Cerai

26 Juli 2026 - 00:50 WIB

Trending di News