MATRASNEWS, JAKARTA – Pemerintah mengambil langkah konkret untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan strategis nasional dengan membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP). Pembentukan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam sejumlah rapat pada September 2025.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa langkah ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat koordinasi pelaksanaan program strategis nasional. “Melalui koordinasi yang intensif sejak tahap awal, pemerintah memastikan setiap elemen pendukung telah siap menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya,” ungkap Haryo.
Secara operasional, Satgas P2SP telah dikick-off pada 22 Oktober 2025. Dalam kesempatan tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, satgas ini bertujuan memastikan program prioritas memberikan manfaat nyata. Satgas terdiri dari tiga Kelompok Kerja (Pokja) yang fokus pada monitoring anggaran, debottlenecking, dan percepatan regulasi.
Program yang menjadi fokus utama antara lain Program Paket Ekonomi 8+4+5, Program Stimulus Ekonomi 2025 (termasuk diskon Nataru), serta penanganan hambatan komoditas dan investasi.
Untuk mendukung kinerjanya, Satgas P2SP meluncurkan dashboard digital yang di sosialisasikan dalam Rapat Koordinasi Teknis pada 30 Oktober. Dashboard ini dirancang untuk sistem pelaporan real-time guna mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
“Implementasi Dashboard Satgas P2SP diharapkan dapat memperkuat efektivitas koordinasi dan menjadi bagian dari transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Haryo.
Cek Berita lain di Google News

https://demo.pojoksoft.com/kibaran/wp-content/uploads/2024/01/230313-ayla2-160x600-v2.jpg





