Menu

Mode Gelap
Baru Dilantik Presiden, Ketua Ombudsman Tersangka Suap Tambang Nikel Anggota DPR Usul Iuran BPJS Kesehatan Digratiskan Pemerintah, MBG Bisa Kolaborasi MUFG, Bangun Sarana Air Bersih untuk Aceh Menteri Ekraf Terima Naskah Akademik PPh Royalti Penjelasan Pemerintah Indonesia dan Kedubes Republik Korea Tentang Travel Advisory BTN JAKIM 2026 Ditargetkan Putar Rp200 Miliar

News

Pemerintah Gelar “Karpet Merah” Perumahan untuk MBR lewat Program 3 Juta Rumah

badge-check


					Pemerintah Gelar “Karpet Merah” Perumahan untuk MBR lewat Program 3 Juta Rumah Perbesar

MatrasNews – Pemerintah terus mendorong akses hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui Program 3 Juta Rumah yang dijuluki “Karpet Merah untuk Rakyat”. Program ini dihadirkan dengan berbagai kemudahan dan insentif untuk membuat kepemilikan rumah semakin terjangkau.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera III, Yenni Sofyan Mora, mengungkapkan bahwa tantangan backlog perumahan masih tinggi. Berdasarkan data Susenas 2023, terdapat 9,9 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah dan 26,9 juta rumah tangga yang tinggal di rumah tidak layak huni.

“Data ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk mempercepat pembangunan perumahan. Program 3 juta rumah adalah jawaban nyata,” ujar Yenni dalam acara Indonesia go.id (IGID) Menyapa di Pekanbaru, Kamis (25/9/2025).

Program yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam RPJMN 2025-2029 ini menargetkan pembangunan dan renovasi 3 juta unit rumah, yang terbagi untuk kawasan perkotaan, perdesaan, dan pesisir.

Istilah “karpet merah” dimaknai sebagai kebijakan afirmatif yang diwujudkan melalui berbagai insentif, seperti:

  • Pembebasan BPHTB dan biaya PBG.
  • PPN DTP 100% untuk rumah di bawah Rp2 miliar.
  • Percepatan perizinan dengan penerbitan PBG maksimal 10 hari.

“Dengan karpet merah ini, masyarakat tidak lagi terbebani biaya tambahan yang memberatkan,” tegas Yenni.

Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi multipihak, mulai dari pemerintah, pengembang, partisipasi masyarakat, hingga pihak swasta melalui CSR. Pemerintah juga mengoptimalkan pemanfaatan tanah negara dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Yenni menegaskan, hunian layak bukan sekadar fisik bangunan, tetapi fondasi penting untuk peningkatan kualitas hidup dan pijakan menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Lainnya

Baru Dilantik Presiden, Ketua Ombudsman Tersangka Suap Tambang Nikel

17 April 2026 - 00:08 WIB

Anggota DPR Usul Iuran BPJS Kesehatan Digratiskan Pemerintah, MBG Bisa

17 April 2026 - 00:07 WIB

Penjelasan Pemerintah Indonesia dan Kedubes Republik Korea Tentang Travel Advisory

17 April 2026 - 00:01 WIB

BYD dan VinFast Rekrut 616 Tenaga Kerja Asal Subang

16 April 2026 - 00:06 WIB

Zulkifli Hasan Sosialisasi Program Nasional di SMAN 5 Kota Bekasi

16 April 2026 - 00:05 WIB

Zulkifli Hasan Sosialisasi Program Nasional di SMAN 5 Kota Bekasi
Trending di News